27 C
Semarang
Wednesday, 2 April 2025

Tim Gugus Tugas Harus Libatkan Media untuk Perangi Covid-19

Artikel Lain

RADARSEMARANG.COM, Kendal — Anggota DPRD Kendal, Hegar Saputra menyoroti penanganan Covid-19 di Kendal oleh Pemkab Kendal maupun Tim Gugus Tugas Covid-19 Kendal. Bahkan data kasus Covid-19 yang positif di Kendal mengalami kenaikan.

Tercatat sampai dengan saat ini ada 22 pasien positif Covid-19. Rinciannya 11 saat ini masih dirawat, 10 orang sembuh dan satu orang isolasi mandiri. Jumlah tersebut menurut Hegar mengalami kenaikan yang cukup drastis selama satu pekan terakhir. Sebab sebelumnya  kasus Covid ada 18 kasus. 10 orang sembuh, delapan orang dirawat dan satu isolasi mandiri.

“Berarti dalam sepekan ini ada empat kasus baru di Kendal. Ini harus segera diwaspadai jangan sampai meluas seperti yang terjadi di Kota dan kabupaten tetangga,” kata Politisi Partai Gerindra itu.

Anggota Komisi D DPRD Kendal itu meminta kepada pemerintah untuk lebih kerja keras dalam memerangi Covid-19. Terutama dalam hal sosialisasi protokol kesehatan di masyarakat dengan pemberlakukan new normal sekarang ini.

“Libatkan media-media melalui pemberitaan, tentang tata cara hidup sehat. Seperti selalu mengenakan masker, menjaga jarak dan sebagainya. Yakni berkaitan dengan alasannya kenapa melakukan protokol kesehatan dan apa dampaknya jika dilanggar. Ini perlu disebarluaskan kepada masyarakat agar masyarakat paham,” tandasnya.

Penggunaan media massa cetak maupun elektronik sebagai alat untuk sosialisasi pencegahan menurutnya lebih efektif ketimbang. “Sebab pemerintah tidak mungkin turun ke seluruh lapisan masyarakat,” tandasnya.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga harus aktif melakukan pembaharuan data pasien Covid-19 yang sembuh. Sebenarnya dari data yang ada, hampir 50 persen pasien Covid-19 di Kendal sembuh. Hal ini juga perlu  disebarluaskan oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 maupun Dinas Kesehatan. Sehingga juga tidak terlalu mengalami takut yang berlebihan.

“Kalau saya amati, selama ini yang  di update adalah yang positif saja. Kalau pasien yang sembuh ini diberitakan justru akan menjadi pembelajaran masyarakat lainnya.  Bagi masyarakat agar berhati-hati dan bagi yang positif mereka memiliki harapan dan semangat untuk hidup,” tambahnya.

Efek dari ketakutan, seperti yang terjadi saat ini di sejumlah desa banyak yang melakukan lockdown secara salah kaprah.  Yakni dengan menutup akses jalan masuk desa. Sehingga itu menyulitkan warga setempat yang mau bekerja atau warga luar desa yang akan melintas atau mengirim barang.

Selain sosialisasi melalui media, Pemkab Kendal harus segera menganggarkan bantuan uang atau sembako kepada pasien atau keluarga pasien telah dinyatakan positif covid-19. Sebab kasihan, baik keluarga atau pasien yang positif sama-sama tidak bisa keluar karena harus isolasi. “Kalau tidak dibantu, maka mereka akan kelaparan dan tidak bisa membayar kebutuhan hidup,” tuturnya.

Terakhir, lanjut Hegar, Kunci utama Kendal bisa melakukan new normal yakni pemberitaan yang baik dan benar dalam menyampaikan ke masyarakat. “Pemberitaan ini penting, makanya Pemkab harus menggandeng Media-media yang ada di Kendal. Sehingga mereka bisa berperan aktif menyosialisasikan new normal itu seperti apa,” imbuhnya. (adv/bud/bas)


Artikel Terkait

Sementara Itu ..

Terbaru

Populer

Menarik

Lainnya