Untuk 3D Printing dan velg sudah ada produsen sendiri. “Tapi kalau customer minta velg yang tidak ada modelnya, maka bisa request untuk dibuatkan,” tambahnya.
Ia mengakui bisnis diecasting yang dijalani tidak mudah. Salah satu tantangan terbesar adalah justru datang dari diri sendiri. Yakni cari mood.
“Kalau tidak mood, ya tidak semangat. Tapi karena sudah jadi tanggung jawab, mau tidak mau harus dikerjakan terus,” akunya.
Usaha dan kerja keras yang dilakukan membuahkan hasil. Produk diecast buatannya banyak diburu. Bahkan sampai Amerika, Puerto Rico, Hongkong, Taiwan, Swedia, Jerman, dan Belanda.
Untuk satu produk, harganya cukup bervariasi. Tergantung tingkat kerumitan. Mulai dari Rp 700 ribu. Tetapi jika hanya mengganti bagian-bagian tertentu mulai dari 100 ribu.
“Kalau yang paling tinggi mencapai 500 dolar atau sekitar Rp 7,5 juta. itu pesanan dari luar negeri,” akunya. (mg13/mg14/mg15/fth)