RADARSEMARANG.COM – Kecintaan pada reptil bisa menambah pundi-pundi rupiah Satria Anandika. Berawal dari memelihara kura-kura, kini ia terjun ke jual beli hewan bertempurung tersebut.
Sarjana teknik elektro lulusan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang ini mengaku, awalnya tertarik memelihara biawak dan ular. Ternyata, menurutnya, tak banyak orang yang senang dengan kedua hewan ini.
“Akhirnya memutuskan untuk usaha kura-kura dan keluarga pun juga menyetujuinya,” ujarnya dengan RADARSEMARANG.COM.
Informasi seputar kura-kura pertama kali ia dapatkan dari media sosial.
“Dulu awal pertama kali hanya punya satu jenis sekarang sudah ada 10 jenis kura-kura di kios, dan untuk mendapatkannya dapat dari peternak dan importir,” ujar pria 25 tahun itu.
Selain kura-kura, ia juga menyediakan reptil lain seperti biawak, ular, iguana, kadal, gecko dan lainnya.
Ada berbagai jenis kura-kura yang ia pelihara dan jual. Seperti kura-kura air jenis brazil, ambon, ornate dan dada merah. Untuk kura-kura darat ada sulcata, pardalis, hermani dan rusian.
“Kalau yang kura-kura darat itu gak bisa renang, cuma bisa mengapung,” ujarnya lagi.
Harga kura-kura beragam. Tergantung jenis dan ukuran. Seringnya ia menjual anakan kura-kura dengan ukuran 5 cm. Harga untuk jenis brazil dipatok seharga Rp 30 ribu, ambon Rp 75 ribu, dada merah Rp 150 ribu, hermani Rp 800 ribu, sulkata Rp 1 juta dan pardalis Rp 1,7 Juta. “Keistimewaan sulcata dan pardalis mahal karena kalau sulcata itu kura-kura terbesar nomor tiga di dunia dan pardalis lebih ke corak tempurungnya yang unik,” jelas Satria.
Untuk perawatannya, Satria memberikan makanan ikan, sayur dan buah disertai prebiotik agar nafsu makannya lancar. Setiap hari pun ia juga menjemur kura-kuranya di bawah terik matahari selama beberapa menit. (mg5/mg8/ton)