RADARSEMARANG.COM – Peci custom sedang ngetren. Utamanya di kalangan santri Batang. Berbagai kalangan mengenakannya sebagai identitas. Mereka bebas menempelkan logo dan tanda apapun. Keberadaannya malah menambah rasa percaya diri pemakainya.
Dahulu, peci atau songkok bisa dikatakan identik dengan kegiatan formal, pengajian, dan sejenisnya. Kini, para santri mengenalkannya untuk tampil lebih modis. Peci tidak hanya hitam polos lagi, identitas pemakainya bisa ditampilkan melalui bordir.
“Bisa lebih PD (Percaya Diri) di depan umum. Selain sebagai identitas kebangsaan, peci dipakai sebagai identitas diri. Kami membordir logo sesuai pesanan,” kata Khabib Ghozi pemilik usaha peci Al Mihrab produksi Kabupaten Batang.
Peci itu juga didesain supaya terlihat pantas di berbagai situasi. Baik untuk kegiatan sehari-hari atau acara khusus. Usaha itu telah dirintis sejak tahun 2017. Pemasarannya sudah merambah ke luar provinsi dan luar pulau Jawa. Mulai dari Cirebon, Maluku, Sumatera, dan lain sebagainya. Peci ini bahkan sudah sampai di tangan orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo. Spesial dibordir dengan tulisan Ir H Joko Widodo.
Peci buatannya mengedepankan kualitas. Kain bludru yang dari impor, asal Korea. Bulu yang rapat saat disentuh tangan terasa halus dan lembut. Pengguanya pun dibuat nyaman. Ada ventilasi udara di ujung depan dan belakang peci bagian atas. Angin bisa masuk ke dalam kepala.
Satu peci dibandrol dengan kisaran harga Rp 20 ribu sampai Rp 60 ribu. Menyesuaikan bahan dan bordirannya. Customer-nya biasa memesan dalam jumlah banyak untuk organisasi. Ada juga satuan untuk pribadi.
Ini peci model AC, seperti namanya tidak bikin gerah. Peci Al Mihrab merupakan satu-satunya produk asli Kabupaten Batang. “Dibuat langsung oleh para santri Pondok Pesantren Roudlotul Muhtadin, Desa Dlisen, Kecamatan Limpung,” jelasnya.
Santri-santri di sana dibekali 10 mesin jahit listrik. Santri dibekali pelatihan khusus bagi yang ingin menekuni. Selain itu, ada juga satu mesin bordir otomatis. Gambar tinggal dimasukkan dalam sistem, kemudian mesin mengerjakannya secara otomatis. (yan/zal)