RADARSEMARANG.COM – Setelah aquascape, kini paludarium tengah naik daun. Hobi mahal ini menarik minat masyarakat. Sebagai ekosistem mini, paludarium menawarkan keindahan dalam ruangan.
Paludarium merupakan jenis vivarium yang menggabungkan unsur air dan darat di dalam wadah atau ruangan tertutup. Tak hanya tanaman, berbagai jenis fauna dapat hidup di dalamnya. Seperti hewan air, amfibi, dan hewan darat. Antonius Suparyadi Okpiantoro, penghobi paludarium mengatakan ini adalah perpaduan antara aquascape dan tetarium.
Paludarium memiliki dua jenis, tertutup yaitu bisa diisi amfibi seperti katak, dan terbuka dengan ciri khas vivarium tidak penuh atau didesain separo. “Seolah-olah yang bawah sungai, dan pinggirannya tebing. Paludarium lebih mengandalkan kelembaban tanah,” ujar owner Aquatico Semarang ini.
Menurutnya, paludarium harus lembab. Untuk itu, perlu diberi alat powerhead aquarium untuk mengalirkan air ke seluruh bagian. Namun, tidak boleh dinyalakan 24 jam, hanya beberapa kali dalam sehari. Selain itu, terkadang juga ditambah mist maker atau mesin pembuat uap. “Dari air dipecah jadi uap, jadinya embun untuk melembabkan,” jelasnya.
Sebelum diisi tanaman ataupun hewan, komponen kayu dan batu harus diperhatikan. Tidak bisa sembarangan. Biasanya menggunakan kayu atau batu jenis kapiler, yang bisa menyerap air sehingga bisa lembab. Ia menggunakan bahan tersebut dari pegunungan atau sungai asli, bukan dari laut. Bahan tersebut harus memiliki kandungan garam dan kalsium yang rendah. Bahkan, jika perlu batunya akan dites untuk mengetahui kadar.
“Kalau menggunakan batu kapur bakal mempengaruhi pH. Karena standarnya 7, di atas 8 dan di bawah 6 gak bisa,” paparnya.
Untuk jenis tanaman, lanjutnya, tidak spesifik tanaman air, yang penting lembab. Seperti jenis tanaman kriptantus yang tidak bisa terlalu lembab, membutuhkan cahaya lebih tinggi. Ada lagi tanaman fittonia yang membutuhkan kelembaban sedikit, namun harus selalu basah. Rumitnya, jika terlalu basah akan menjadi busuk. “Selain itu yang selalu ada adalah lumut dan moss darat,” imbuhnya.
Dari segi perawatan, posisi tanaman perlu diperhatikan. Jika tidak cocok dan tidak segera dipindahkan, tanaman akan mati. Paludarium juga tidak butuh nutrisi yang banyak, hanya saja perlu diberi tanah humus.
Terkait harga, memang tiga kali lipat di banding aquascape. Tak heran bila hobi ini disebut mahal. Dengan ukuran 40 x 40 cm, dibanderol Rp 3 juta. Angka ini masih kecil dibanding milik artis ibu kota, Baim Wong yang mencapai Rp 200 juta. (ifa/lis)