27 C
Semarang
Friday, 4 April 2025

Belajar Majas Menjadi Menarik dengan Game Baamboozle

Oleh: Erva Agus Rohmawati, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.COM,Gaya bahasa atau majas adalah ungkapan penyampaian pesan yang menggunakan kata-kata kiasan. Gorys Keraf mengatakan bahwa gaya bahasa adalah cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa secara khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian penulis (pemakai bahasa).

Sebuah gaya bahasa yang baik harus mengandung tiga unsur berikut: kejujuran, sopan-santun, dan menarik (Keraf, 1985:113). Biasanya majas sering ditemukan di dalam penulisan artikel, novel, cerpen, puisi, dan karya sastra lainnya.

Karya-karya yang di dalamnya ada majas ini diajarkan pada pembelajaran Bahasa Indonesia SMA sehingga siswa SMA dituntut untuk menguasai materi majas ini.

Namun kenyataannya, masih banyak siswa yang belum menguasai materi majas ini. Hal ini juga terjadi di SMA Negeri 3 Magelang. Ketidakmampuan siswa dalam menguasai materi majas di antaranya siswa tidak tertarik dengan materi pelajaran, siswa kesulitan membedakan majas satu dengan yang lain dan minat siswa dalam pembelajaran tersebut masih kurang.

Minat siswa di dalam pembelajaran masih kurang salah satunya karena guru masih menggunakan ceramah dan cara pengajaran konvensional yang membosankan bagi siswa.

Salah satu cara mengatasi kesulitan siswa dan membangkitkan minat belajar siswa adalah guru menerapkan permainan yang disisipkan dalam pembelajaran di kelasnya.

Permainan yang dipilih adalah permainan yang bisa merangsang dan melatih perkembangan otak siswa, mengembangkan kreativitas berpikir, serta meningkatkan daya ingat.

Permainan ini juga bisa mendidik dan menstimulasi otak mereka. Salah satu permainan edukatif yang dapat diterapkan dalam materi majas ini adalah game baamboozle. Game baamboozle ini menyajikan permainan yang mirip dengan cerdas cermat dan membutuhkan kerja sama tim.

Sebelum menerapkan game ini dalam pembelajaran, hal yang bisa disiapkan guru sebagai berikut. Pertama, guru harus menyiapkan soal majas dalam bentuk kalimat.

Kedua, guru membuka aplikasi online baamboozle dengan mengklik https://www.baamboozle.com/. Ketiga, klik join for free untuk membuat akun baru atau sign in untuk masuk di akun baamboozle. Keempat, klik games dan my library sampai muncul tampilan “+ game”.

Setelah itu, muncul tampilan “make game”, klik tombol tersebut dengan memberi judul dan deskripsi game terlebih dahulu pada kuis yang akan dibuat.

Selanjutnya, tulis pertanyaan di kolom question dan isi jawabannya di kolom answer sekaligus beri bobot poinnya dan klik save. Jumlah pertanyaan dibuat sesuai keinginan guru dan sesuaikan dengan bobot poinnya. Untuk baamboozle versi gratis, guru bisa membuat maksimal 16 pertanyaan dalam satu kuis.

Setelah selesai membuat pertanyaan, klik play dan play for free untuk mengujikan kuis yang dibuat. Di situ muncul pilihan jumlah tim dan kolom tampilan tata letaknya. Pilih sesuai kebutuhan.

Baamboozle versi gratis ini memiliki 3 mode, yaitu: mode kuis biasa, mode classic dan classic junior. Mode classic dan claasic junior ini memiliki pengurangan atau penambahan nilai di dalam kolom yang tidak ada pertanyaannya.

Setelah memilih mode yang akan dimainkan, baru tampilan soal muncul dan siswa dapat menjawab pertanyaan di kuis tersebut. Di sini guru sebagai juri yang menilai jawaban siswa benar atau salah.

Dalam penerapan kuisnya, kelas dibagi menjadi empat kelompok yang terdiri dari 8-9 siswa. Penentuan giliran bermain menggunakan sistem undian dan siswa menjawab pertanyaan yang muncul di layar yang ditampilkan guru sesuai urutannya.

Untuk mengantisipasi satu siswa tidak mendominasi menjawab pertanyaan, guru dapat menyuruh siswa yang telah menjawab pertanyaan bergeser tempat duduknya. Setelah selesai, guru dapat memberikan apresiasi pada siswa berupa tepuk tangan atau memberi reward lainnya.

Melalui penerapan game baamboozle dalam pembelajaran, penulis menyimpulkan bahwa siswa tertarik dengan pembelajaran majas. Siswa lebih antusias mengenal dan memahami majas yang diberikan guru.

Siswa juga lebih mudah mendapatkan inspirasi untuk menerapkan majas di dalam sebuah kalimat sehingga pemahaman siswa terhadap materi majas pun meningkat. (ps2/ton)

Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 3 Magelang


Artikel Terkait

Sementara Itu ..

Terbaru

Populer

Menarik

Lainnya