RADARSEMARANG.COM, Perpustakaan sekolah adalah sarana penunjang pendidikan, di satu pihak sebagai pelestari ilmu pengetahuan, sebagai sumber bahan pendidikan yang akan diwariskan kepada generasi yang lebih muda.
Secara nyata, perpustakaan sekolah merupakan sarana untuk proses belajar dan mengajar bagi guru maupun murid (Mudyana dan Royani, 2005:16). Perpustakaan sekolah tidak seperti perpustakaan pada umumnya.
Perpustakaan sekolah harus memiliki desain utama untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Hal yang paling utama yang perlu diperhatikan adalah jenis koleksi buku yang ada di perpustakaan sekolah.
Buku yang berada di perpustakaan sekolah harus didominasi oleh buku pelajaran, literatur, ataupun referensi lain yang berhubungan dengan materi pembelajaran. Buku di perpustakaan sekolah juga harus disesuaikan dengan tingkatan usia dan kemampuan peserta didik secara umum.
Tujuan membaca akan mempengaruhi pemerolehan pemahaman bacaan (Nurhadi, 1987). Secara umum, manfaat membaca buku dapat menanbah wawasan dan ilmu pengetahuan, meningkatkan kinerja intelektual dan emosional, meningkatkan daya ingat, menambah kosakata serta meningkatkan konsentrasi.
Seperti yang kita ketahui bahwa buku adalah jendala ilmu. Melalui buku kita mendapatkan beragam ilmu, sehingga mendapatkan banyak manfaat dari membaca buku daripada melakukan hal yang tidak berguna di waktu senggang.
Realita yang kita jumpai saat di perpustakaan sepi pengunjung. Padahal saat ini gerakan literasi sudah digalakkan sejak tahun 2016 yang bertujuan untuk menumbuhkembangkan budaya literasi pada ekosistem pendidikan (keluarga, sekolah, dan masyarakat) dalam rangka pembelajaran sepanjang hayat sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas hidup.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan semaksimal mungkin keberadaan perpustakaan yang ada di sekolah dengan cara menghidupkan kembali semangat peserta didik untuk gemar membaca, dengan cara memasukan pembelajaran melalui kunjungan di perpustakaan.
Seperti yang dilakukan siswa di SMK Negeri 2 Temanggung. Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia ada beberapa materi yang sumbernya ada di perpustakaan. Sebagai contoh pada KD menyusun teks laporan hasil obsercasi secara kreatif di kelas 10.
Anak dapat mengeksplor perpustakan mulai dari berdirinya perpustakan, petugas, buku-buku yang dimiliki SMK Negeri 2 Temanggung, jumlah buku, cara meminjan buku dan lain sebagainya. KD mengevaluasi teks biografi secara cermat kelas X, siswa dapat menemukan contoh dan membuat biografi bersumber di perpustakaan.
Materi menulis artikel kelas XII pada pembelajaran ini siswa dapat membedakan antara berita dan artikel juga mencari kalimat fakta dan opini. KD menulis cerpen menentukan unsur intrinsik pada novel dipembelajaran kelas XII.
Demikian juga dengan materi teks prosedur, membuat surat lamaran pekerjaan, dan masih banyak lagi yang bersumber di perpustakaan. Di samping untuk mengatasi rasa kantuk pada jam pelajaran terakhir, secara tidak langsung bisa menumbuhkan minat baca peserta didik sekalgus menggalakkan progam gerakan literasi nasional. (uj1/lis)
Guru Bahasa Indonesia di SMK Negeri 2 Temanggung