RADARSEMARANG.COM- Demi tercapainya tujuan pembelajaran maksimal dalam Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) guru dituntut lebih kreatif dan inovatif. Terutama dalam merancang dan menggunakan media pembelajaran.
Penggunaan media dapat memudahkan peserta didik dalam memahami materi, merangsang pikiran dan menarik perhatian serta minat belajar peserta didik. Selama ini, guru menyampaikan materi dengan metode ceramah yang monoton, membosankan dan sedikit alat peraga. Sehingga peserta didik kurang mampu dalam memahami dan menguasai materi IPAS.
Oleh karena itu, guru harus bisa menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan. Hal ini untuk memotivasi peserta didik dalam belajar dan meningkatkan hasil belajarnya.
Sudjana dan Rivai (2011:1) mengemukakan media pembelajaran merupakan alat bantu mengajar yang ada dalam komponen metodologi sebagai salah satu lingkungan belajar yang diatur oleh guru.
Evi Rizki Salamah (2017:9-10) mengemukakan bahwa media pembelajaran merupakan alat bantu pembelajaran yang salah satu komponen dalam proses pembelajaran harus direncanakan oleh guru dalam pembelajaran.
Disamping dapat menggunakan alat bantu pembelajaran yang tersedia di sekolah, guru juga dituntut dapat mengembangkan keterampilan dalam membuat media pembelajaran sederhana serta mudah didapat, apabila media tersebut belum tersedia di sekolahnya.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut penulis mencoba menerapkan Penggunaan Kartu Kuartet Nusantara pada mata pelajaran IPAS kelas IV SD Negeri 02 Mojo sebagai Media Pembelajaran yang tepat dalam memahami Keanekaragaman Budaya Indonesia.
Kartu kuartet nusantara terdiri atas ragam budaya pakaian adat, rumah adat, alat musik tradisional, tarian daerah, nama suku, lagu daerah dll. Cara memainkannya sangat mudah. Karena sama persis dengan cara memainkan kuartet biasa pada umumnya.
Sehingga dalam pembelajaran IPAS peserta didik merasa senang karena bisa bermain sambil belajar memahami keanekaragaman budaya Indonesia dengan cepat. Langkah-langkah pembelajarannya yaitu: 1) Peserta didik dibagi berkelompok terdiri 4-6 orang. Kartu dicampur dalam satu tumpukan dan dikocok secara acak; 2) 4 kartu dibagikan kepada tiap pemain kemudian sisanya ditumpuk ditengah; 3) Pemain pertama meminta kartu dengan menyebutkan nama ragam budaya dan contohnya, jika pemain lain memiliki kartu sesuai yang disebutkan maka ia harus menyerahkan kartu tersebut. Sebelum menyerahkan kartunya, pemain tersebut wajib membaca teks yang ada pada kartu; Kemudian 4) Pemain pertama kemudian mengambil satu kartU dari tumpukan. Selanjutnya bergilir ke pemain berikutnya dengan cara urutan yang sama; 5) Pemain berusaha mengumpulkan empat kartu dalam satu ragam budaya .
pemain yang telah mengumpulkannya kemudian meletakkan dan menunjukkan kartu tersebut dan mendapat 1 nilai; 6) Permainan berakhir ketika seorang pemain kehabisan kartu; 7) Pemain
dengan nilai atau yang mengumpulkan kartu kuartet budaya paling banyak dialah pemenangnya.
Media kartu kuartet ini sangat membantu dalam pembelajaran. Karena terbukti dari hasil penilaian ulangan harian peserta didik menunjukkan adanya peningkatan. (ips2/fth)
Guru SD Negeri 02 Mojo, Kec.Ulujami, Kab. Pemalang