27 C
Semarang
Friday, 4 April 2025

Pentingnya Peran Orang Tua dalam Menyikapi Kejenuhan Belajar Saat Pandemi

Oleh : Yogi Kurniawan, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.COM, Saat ini dunia pendidikan sedang dihadapkan dengan model pembelajaran baru. Hal itu dikarenakan adanya pandemi Covid 19 yang mewabah di semua tempat. Untuk itu pemerintah khususnya dalam dunia pendidikan memberikan opsi baru melalui pendidikan secara daring atau online.

Sebagai upaya menekan persebaran Covid-19, pemerintah mengeluarkan keboajakn agar sekolah-sekolah menugaskan siswanya belajar dari rumah. Hal itu juga dilakukan di sekolah penulis, SD Negeri 02 Pamutih.

Pembelajaarn secara daring menjadi belajar saat ini. Namun demikan masih banyak pihak yang mengalami hambatan dalam pelaksanaan daring. Salah satunya adalah siswa menemukan kejenuhan dalam proses belajar. Untuk mengatasinya maka siswa harus berada dalam iklim belajar yang nyaman.

Bloom (dalam Astria, 2013), mendefinisikan iklim dengan kondisi, pengaruh, dan rangsangan dari luar yang meliputi pengaruh fisik, sosial, dan intelektual yang mempengaruhi siswa.

Iklim belajar di kelas berbeda dengan iklim belajar di rumah. Guru perlu berkomunikasi dengan orang tua siswa dalam proses belajar masa pandemi. Guru perlu menyampaikan karakteristik perkembangan emosional anak usia dasar sehingga orang tua dapat mendampingi anak dalam belajar.

Anak usia sekolah dasar cenderung mempunyai keinginan menguasai sesuatu. Mereka menghadapi pembelajaran kemahiran baru, namun menghadapi risiko perasaan rendah diri jika gagal. Perasaan rendah diri dapat berpengaruh dalam hal pencapaian akademik dan hubungan sosial dengan lingkungan sekitar.

Untuk menciptakan iklim belajar daring dirumah, maka peran orang tua di rumah sangat penting. Orang tua perlu membuat rencana target belajar anak yang sesuai dengan keadaan rumah. Untuk mencapai target, maka orang tua hendaknya menyediakan sarana dan prasaran serta menjauhkan gangguan belajar.

Orang tua perlu menjalankan kebiasaan yang sama dengan sekolah dan menanamkan rasa tanggung jawab terhadap siswa. Misalnya tetap biasakan bangun pagi, sarapan, dilanjutkan kegiatan belajar daring. Baru setelah itu siswa diperbolehkan bermain.pertan orang tua yang menggantikan guru sebagai tutor juga membutuhkan kesabaran.

Berikan kasih sayang sehingga anak nyaman dalam belajar. Untuk mengurangi kejenuhan belajar pada siswa, orang tua dapat menggunakan teknologi yang ada. Bisa dari handphone atau televisi agar belajar tidak monoton.

Selain peran di atas, yang terpenting orang tua harus mempelajari kekuatan dan kelemahan siswa. Orang tua tidak terlalu memaksakan sebuah materi jika ternyata anak sudah tidak mampu. Orang tua dapat memberikan istirahat seperti aktivitas bermain agar anak tidak tegang dalam belajar. (db2/ton)

Guru SD Negeri 02 Pamutih


Artikel Terkait

Sementara Itu ..

Terbaru

Populer

Menarik

Lainnya