27 C
Semarang
Wednesday, 2 April 2025

Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah dapat Meningkatkan Kinerja Guru

Oleh: Christina Martini, S.Pd.SD.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.COM, Strategi dapat diartikan sebagai suatu cara atau teknik yang diterapkan oleh penulis sebagai Kepala SD Negeri 1 Mungseng, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, dalam hal ini pemimpin untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Strategi dapat juga diartikan sebagai kiat seseorang pemimpin untuk mencapai tujuan meningkatkan kinerja bawahannya menurut Drucker (Akdon, 2007: 4).

Menurut Akdon (2007: 6) yang dimaksud strategi dalam penulisan ini adalah suatu cara atau kiat-kiat tertentu yang diterapkan oleh kepala sekolah untuk mencapai tujuan dari organisasi sekolah. Membimbing dan mengendalikan pilihan-pilihan yang menetapkan sifat dan arah.

Selanjutnya pengertian strategi sebagaimana dikemukakan oleh Glueck dan Jauch (Yacob, 2012: 16) adalah rencana yang disatukan, memperluas, dan terintegrasi yang menghubungkan keunggulan strategis perusahaan dengan tantangan lingkungan dan yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama dari perusahaan itu dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh organisasi manajemen strategis dalam sejumlah keputusan dan tindakan yang mengarah pada penyusunan suatu strategi atau sejumlah strategi yang efektif untuk membantu mencapai sasaran perusahaan.

Proses manajemen strategis adalah cara dengan jalan mana para perencana strategis menentukan sasaran dan mengambil keputusan.

Penulis sebagai Kepala SD Negeri 1 Mungseng harus memiliki kepribadian yang kuat, memahami kondisi guru dan tenaga kependidikan lainnya.

Mempunyai program jangka pendek dan jangka panjang dan memiliki visioner, mampu mengambil keputusan yang tepat dan bijaksana, serta mampu berkomunikasi dengan semua warga sekolah dengan baik.

Kepala sekolah pada hakikatnya adalah guru yang diberi tugas tambahan untuk memimpin penyelenggaraan organisasi sekolah.

Oleh sebab itu, tugas-tugas kepala sekolah bukan hanya mengatur dan melakukan proses belajar-mengajar, melainkan juga mampu menganalisis berbagai persoalan, mampu memberikan pertimbangan, cakap dalam memimpin dan bertindak dalam berorganisasi, mampu berkomunikasi baik lisan maupun tulisan, partisipatif, dan cakap dalam menyelesaikan persoalan dengan baik.

Hal ini sesuai dengan pendapat De Roche (Wahyudi, 2009: 63) bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan harus mempunyai kemampuan antara lain: pertama, mempunyai sifat-sifat kepemimpinan. Kedua, mempunyai harapan tinggi (high expectation) terhadap sekolah. Ketiga, mampu mendayagunakan sumber daya sekolah. Keempat, profesional dalam bidang tugasnya.

Kepala sekolah yang profesional dalam paradigma baru manajemen pendidikan harus memberikan dampak positif dan perubahan yang mendasar dalam pembaharuan sistem pendidikan di sekolah.

Dampak tersebut antara lain terhadap efektivitas pendidikan, kepemimpinan sekolah yang kuat, pengelola sumber daya kependidikan yang efektif orientasi pada peningkatan mutu, team work yang kompak, cerdas dan dinamis, kemandirian, partisipatif dengan warga sekolah dan lingkungan masyarakat, keterbukaan, manajerial, inovatif, evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, responsif, dan antisipasi terhadap kebutuhan serta akuntabilitas.

Suatu lembaga pendidikan di SD Negeri 1 Mungseng untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan, maka kepala sekolah harus mempunyai suatu strategi untuk menjalankan organisasi dalam mencapai tujuan.

Menurut Akdon (2007: 13), strategi sebuah organisasi merupakan suatu konseptualisasi yang dinyatakan atau diimplementasikan oleh pemimpin organisasi yang bersangkutan di SD Negeri 1 Mungseng. (ks/aro)

Kepala SD Negeri 1 Mungseng, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung


Artikel Terkait

Sementara Itu ..

Terbaru

Populer

Menarik

Lainnya