RADARSEMARANG.COM, Mutu pendidikan ditentukan guru. Untuk membangun pendidikan berkualitas proses pembelajaran harus menyenangkan, mencerdaskan, dan ada hasil belajar. Hasil belajar siswa di Sekolah Dasar terkadang mengalami peningkatan dan penurunan. Apalagi pada masa pandemi seperti sekarang ini. Di mana siswa menjalani pembelajaran secara daring.
Pembelajaran daring adalah pembelajaran yang dilaksanakan dengan jarak jauh melalui google meet, google classroom, atau WhatsApp. Banyak hal yang mempengaruhi peningkatan dan penurunan hasil belajar siswa. Baik faktor internal maupun faktor external. Faktor internal bisa muncul dari sudut pengajar atau guru. Sehingga perlu beberapa tindakan memotivasi guru dari kepala sekolah.
Kepala sekolah yang bertanggung jawab atas berlangsungnya pembelajaran pada sekolah yang dipimpin. Kepala sekolah harus menjalankan salah satu tugas dan fungsinya yaitu sebagai leader atau pemimpin. Harus memiliki strategi tepat sesuai kondisi sekolah. Agar bisa menjaga keadaan sekolah dalam pembelajaran tetap stabil, kondusif, aman, dan nyaman. Sehingga hasil belajar siswa dapat optimal.
Salah satu upaya yang diterapkan SD Negeri 1 Wonosari, Kecamatan Patebon adalah dengan mengintensifkan kegiatan supervisi. Supervisi merupakan usaha memberikan layanan kepada guru. Baik secara individual atau kelompok dalam usaha memperbaiki pengajaran dan kurikulum. Supervisi di SD Negeri 1 Wonosari diadakan secara berkala dalam setiap akhir Triwulan. Diharapkan menjadi semangat guru SD Negeri 1 Wonosari dalam meningkatkan proses pembelajaran di masa pandemi. Sehingga akan mendapatkan hasil belajar siswa yang optimal dan memuaskan semua pihak.
Ohiwerei and Okoli ( 2010 ) mendefinisi supervisi adalah sebuah proses dimana wewenang pemimpin yang disebut supervisor untuk melihat kinerja seseorang apakah sudah sesuai dengan standar. Jika tidak sesuai, maka supervisor harus mengoreksi, membimbing, mengajarkan, mendemonstrasikan, mendampingi dalam teknik mengajar, menghargai guru, mendampingi dalam proses evaluasi dan merevisi kurikulum, dan kursus- kursus pembelajaran, mengadakan rapat untuk membicarakan permasalahan, memperhatikan lingkungan sekitar, regional dan nasional. Daresh ( 2001 ) mendefinisi Supervision is a process of overseeing the ability of people to meet the goals of the organization in which they work. He stresses that supervision should be seen as the process rather than as a professional role (Pengawasan adalah proses mengawasi kemampuan orang untuk memenuhi tujuan organisasi tempat mereka bekerja. Dia menekankan bahwa pengawasan harus dilihat sebagai proses daripada sebagai peran pembuktian).
Disimpulkan supervisi sebagai sisi kurikulum. Teknis pelaksanaan supervisi dapat dilaksanakan secara individual atau kelompok. Supervisor dapat mengadakan pertemuan pribadi dengan guru atau mengadakan rapat guru untuk membahas temuan hasil supervisi bentuk pembinaan mendiskusikan masalah yang dihadapi. Sahertian ( 2000 ) menyatakan supervisi adalah memberikan layanan dan bantuan untuk meningkatkan kualitas mengajar guru di kelas.
Akhirnya meningkatkan kualitas belajar peserta didik. Sahertian ( 2000 ) menyatakan permasalahan yang dihadapi dalam melaksanakan supervisi di lingkungan pendidikan dasar adalah bagaimana cara mengubah pola pikir yang bersifat korektif dan menjadi sikap konstruktif dan kreatif. Yaitu sikap menciptakan situasi dan relasi di mana guru merasa aman dan diterima sebagai subjek yang dapat berkembang sendiri. Untuk itu, supervisi harus dilaksanakan berdasarkan data dan fakta objektif.
Pemberian kesempatan guru untuk evaluasi diri. Bukan hanya masukan dari supervisor, namun guru menilai dirinya sendiri. Dalam kontek ini akan terjadi analisis permasalahan pembelajaran secara kolaboratif. Sehingga supervisor dapat memberi masukan secara holistik dalam upaya meningkatkan kinerja guru. Ada beberapa faktor yang bersinergi terkait dengan hasil belajar siswa. Diantaranya keterampilan dasar mengajar guru, kompetensi profesional guru, supervisi kepala sekolah, motivasi kerja guru, kepemimpinan kepala sekolah, kompensasi guru, iklim kerja, ketersediaan sarana prasarana, interaksi, dan sejenisnya.
Supervisi dapat dimaknai sebagai suatu kegiatan pembinaan yang direncanakan kepala sekolah secara sistematis. Untuk membantu guru dan pegawai lainnya dalam melaksanakan tugas secara efektif untuk memperoleh hasil optimal. Supervisi di sekolah dilaksanakan secara menyeluruh meliputi hal yang berhubungan kurikulum, sarana, prasarana, dan hubungan sekolah dengan masyarakat. (kd/fth)
Kepala SD Negeri 1 Wonosari, Patebon, Kendal