RADARSEMARANG.COM, Sekolah merupakan salah satu tempat mempersiapkan generasi muda menjadi manusia dewasa dan berbudaya. Proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru Taman Kanak-Kanak (TK) biasanya dibuka dengan salam, berdoa, bernyanyi bersama sebelum belajar. Apersepsi yang dilakukan oleh guru TK dengan mengaitkan materi atau tema yang akan disampaikan dan dikaitkan pula dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini memudahkan anak dalam memahami dan membantu anak menemukan pengetahuan baru. Sehingga pendidikan yang bertujuan agar individu dapat mengembangkan segala potensi yang ada pada dirinya dapat tercapai.
Pendidikan diarahkan untuk membina perkembangan kepribadian manusia secara menyeluruh baik dalam segi kognitif, afektif, maupun psikomotor. Menurut pendapat Djahiri (1985: 5), sekolah merupakan salah satu wadah pendidikan sebagai tempat belajar anak didik dalam berusaha membina, mengembangkan dan menyempurnakan potensi dirinya, serta dunia kehidupan dan masa depannya.
Implementasi pendidikan karakter peduli lingkungan perlu ditanamkan sejak dini di TK. Anak dibiasakan peduli dengan lingkungan belajarnya, teman-teman, guru, dan lingkungan kelas di mana anak bermain dan belajar. Pembentukan karakter peduli lingkungan di TK Muslimat NU Johorejo, Kecamatan Gemuh, Kendal dilaksanakan mulai anak datang ke sekolah, ketika belajar dan bermain, sampai dengan pulang sekolah. Implementasi pendidikan karakter peduli lingkungan yaitu menyapa teman, memberi salam kepada guru, merapikan alat belajar, membersihkan kelas, dan sebagainya. Sejak usia dini diri siswa sudah ditanamkan kepedulian dengan lingkungan sekitarnya. Diharapkan penanaman karakter peduli lingkungan ini dapat diterapkan oleh siswa dalam hidup sehari-hari.
Berdasarkan hasil pangamatan guru implemntasi pendidikan karakter peduli lingkungan dapat terlaksana sesuai yang diharapkan. Hal ini terbukti bahwa setiap anak TK Muslimat NU Johorejo secara sukarela peduli terhadap lingkungan belajarnya. Mereka sudah terbiasa merapikan alat peraga edukatif setelah mereka pergunakan, atau bahkan membuang plastik bungkus makanan yang mereka bawa ke tempat sampah yang tersedia. Pembentukan karakter peduli lingkungan tidak hanya diterapkan di dalam kelas, tetapi juga diterapkan diluar kelas, sebagai contoh pada saat pembelajaran di luar kelas para siswa dibimbing oleh guru membersihkan halaman sekolah.
Berbagai metode digunakan oleh guru dalam menanamkan karakter peduli lingkungan. Para guru memulai dengan diskusi yang saling memberikan sumbang saran bagaimana langkah penanaman kepedulian siswa terhadap lingkungan sekolahnya. Para guru mencanangkan suatu slogan LISA (lihat sampah ambil) sehingga setiap warga sekolah terbiasa mengambil dan membang sampah. Orang tua murid juga ikut ambil bagian dalam memantau dan mengarahkan putra dan puterinya dalam pelaksanaan peduli di lingkungan rumahnya masing-masing.
Darmiyari (2010: 3) menyatakan bahwa pendidikan karakter yang diintegrasikan dalam pembelajaran dapat memberikan pengalaman yang bermakna bagi murid-murid karena mereka memahami, menginternalisasi, dan mengaktualisasikannya melalui poses pembelajaran. Implementasi pendidikan karakter peduli lingkungan melalui integrasi pembelajaran tematik di Taman Kanak-Kanak dilaksanakan dengan menyusun rencana persiapan pembelajaran (RPP), serta dituangkan dalam kegiatan harian sekolah.
Hasil yang dicapai oleh TK Muslimat NU Johorejo dengan pembentukan karakter peduli lingkungan, peserta didik tanpa disuruh oleh guru sudah saling peduli kepada teman dan selalu menjaga kebersihan dan kerapihan ruang belajar. Sesuai informasi dari orang tua murid, ketika di rumah mereka masing-masing para siswa mau terlibat membantu orangtua mereka dalam menjaga kebersihan di rumah. Dampak yang positif dengan pembentukan karakter peduli lingkungan bagi pengembangan TK Muslimat NU Johorejo dipercaya oleh masyarakat sekitar dan mempercayakan pendidikan anak-anak mereka. (ipa2/ton)
Guru TK Muslimat NU Johorejo, Kecamatan Gemuh, Kendal