RADARSEMARANG.COM, KEBERHASILAN suatu pembelajaran dapat dilihat dari hasil belajar yang dicapai oleh siswa. Untuk memperoleh hasil belajar yang maksimal, banyak faktor yang harus diperhatikan, mulai dari kesiapan belajar siswa, guru, dan lingkungan belajar. Hasil pembelajaran akan lebih baik apabila guru menggunakan metode tertentu yang dapat memudahkan siswa dalam memahami materi yang disampaikan.
Faktanya, hasil belajar siswa kelas V SDN 05 terutama pada muatan pelajaran IPS kompetensi mengenal jenis-jenis kegiatan ekonomi cenderung rendah. Rendahnya hasil belajar siswa dikarenakan pembelajaran masih bersifat teacher centered dan belum menggunakan metode yang bervariasi. Guru aktif memberikan materi pelajaran, sementara siswa lebih banyak mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru. Perlu adanya solusi serta tindak lanjut yang tepat untuk mengoptimalkan hasil belajar.
Melihat perkembangan anak usia SD yang masih senang dalam bermain, guru hendaknya merancang strategi pembelajaran yang melibatkan anak untuk aktif. Salah satu strategi pembelajaran aktif yang dapat diterapkan dalam pembelajaran IPS yaitu metode card sort. Metode card sort merupakan pembelajaran yang menekankan keaktifan siswa, dimana dalam pembelajaran ini setiap siswa diberi kartu indeks yang berisi informasi tentang materi yang akan dibahas. Kemudian siswa mengelompokkan sesuai dengan kartu indeks yang dimilikinya. Setelah itu, siswa mendiskusikan dan mempresentasikan hasil diskusi tentang materi dari kategori kelompoknya (Warsono dan Haryanto, 2013:47). Metode mensortir kartu ini digunakan oleh siswa dengan maksud mengajak untuk menemukan konsep dan fakta melalui klasifikasi materi yang dibahas dalam pembelajaran. Tujuan dari metode mensortir kartu ini adalah untuk mengungkapkan daya ingat terhadap materi pelajaran yeng telah dipelajari siswa.
Strategi pembelajaran dapat efektif dan efesien, jika dilakukan secara sistematis. Adapun langkah-langkah tersebut, pertama, guru dapat membagikan kartu indeks kepada setiap siswa yang meliputi lebih dari satu macam kategori terkait materi jenis-jenis kegiatan ekonomi. Kedua, mintalah kepada siswa untuk bergerak dan berkeliling kelas dan menemukan kartu dengan kategori yang sama. Jika waktunya cukup biarkan saja para siswa menemukan kategorinya sendiri, tetapi jika waktunya tidak leluasa sebaiknya umumkan kepada seluruh kelas kategori apa saja yang tersedia. Siswa yang memiliki kartu indeks dengan kategori yang sama berkumpul. Sebaliknya, jumlah siswa dalam setiap kategori dirancang sama. Ketiga, para siswa dalam kategori yang sama dapat bermusyawarah untuk menunjuk salah seorang di antara mereka mewakili kelompok melakukan presentasi di depan kelas. Siswa yang lainnya dalam kelompok yang sama boleh menanggapin. Terakhir, guru dapat melakukan refleksi dengan mengungkap butir-butir penting dari setiap kategori bahan ajar.
Manfaat pembelajaran menggunakan metode card sort antara lain mudah dilaksanakan dan dapat diikuti oleh siswa dalam jumlah banyak. Siswa lebih bisa berpikir dan mengingat materi yang disampaikan guru, mampu meningkatkan interaksi siswa dan guru, serta menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dengan menggunakan kartu yang berwarna-warni dalam berbagai bentuk. Kekurangan dalam metode card sort antara lain jika kelas tidak dikontrol dengan baik, kemungkinan akan menimbulkan kegaduhan dan memerlukan banyak waktu dalam penerapannya. Dengan kekurangan tersebut, guru hendaknya mampu mengatasi dengan melakukan persiapan lebih matang, mulai dari pembuatan media, RPP, dan instrumen lain yang dibutuhkan. Dari teknis pembelajaran, guru hendaknya pandai dalam mengelola kelas sehingga proses pembelajaran dapat berjalan efektif. Selain itu, sebelum melaksanakan proses pembelajaran guru harus membuat kontrak belajar yang dibuat bersama dengan siswa sehingga ketika siswa melakukan kegaduhan guru dapat memberi sanksi sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat. (pg2/ida)
Guru SDN 05 Tegalsari