RADARSEMARANG.COM, Pembelajaran puisi merupakan pelajaran yang sangat menarik bagi siswa jika disampaikan dengan cara yang menarik pula. Pembelajaran puisi dapat dilakukan dengan berbagai teknik seperti nature learning, menggunakan media lagu dan lainnya. Dalam pembelajaran kali ini penulis sengaja menggunakan teknik akrostik sebagai metode pembelajaran menulis puisi sebagai cara untuk mengatasi rasa bosan siswa selama belajar di rumah.
Harley dan Noyes (2009) mengungkapkan bahwa teknik akrostik menggunakan nama kunci atau ungkapan yang ditulis secara vertikal dan setiap baris puisi dimulai dengan huruf awal dari nama kunci atau ungkapan tersebut. Berdasarkan pengertian tersebut, dapat diketahui bahwa menulis puisi dengan teknik akrostik yaitu menulis puisi dengan menggunakan huruf dalam sebuah kata untuk memulai tiap-tiap baris dalam puisi. Kata tersebutlah yang menjadi judul dalam puisi kemudian ditulis vertikal sehingga setiap hurufnya dikembangkan menjadi bait-bait puisi.
Puisi akrostik ini cocok digunakan di kalangan siswa karena puisi akrostik cenderung sederhana sehingga membantu siswa sebagai pemula dalam menulis puisi. Teknik akrostik dapat membantu siswa siswi SMP N 2 Wonopringgo khususnya kelas VIII dalam mengatasi persoalan teknis yang dihadapi. Harus diakui secara jujur, keterampilan menulis di kalangan siswa siswi SMP N 2 Wonopringgo belum seperti yang diharapkan
Adapun kendala teknis yang dihadapi siswa dalam pembelajaran menulis puisi diantaranya siswa cenderung terpaku dalam penentuan judul terlebih dahulu dalam menulis puisi, keterbatasan siswa dalam mengembangkan ide menjadi sebuah puisi karena minimnya diksi dan yang terakhir siswa masih beranggapan puisi dibuat dengan diksi kata sajak yang sulit. Sebagai bentuk pembelajaran di masa pandemi menulis puisi bisa dijadikan salah satu tugas mandiri yang mempunyai nilai lebih bagi siswa, dengan begitu siswa akan selalu terpacu untuk mengerjakannya sebaik mungkin.
Adapun langkah-langkah belajar menulis puisi akrostik yaitu : (1) Menentukan tema terlebih dahulu. Mengapa harus tema? Karena tema ibarat jiwa dalam sebuah tulisan. Setelah itu pilihlah kata yang akan digunakan sebagai awalan atau kepala dari baris-baris puisinya. Kata yang dipilih sebagai sebagai huruf pertama dari tiap baris akan menentukan panjang pendeknya puisi akrostik.(2) Susun kata yang sudah dipilih secara vertikal. (3) Membuat puisi akrostik tidak harus dimulai dari huruf pertama. (4) Lihat dan cermati dengan baik, cari huruf dimana kamu merasa dari huruf tersebut kamu dapat membuat susunan kalimat yang benar-benar kamu sukai dan membuat kamu lebih mudah untuk mengekspresikan diri. (5) Gunakan gaya bahasa yang sesuai dengan tema. (6) Langkah terakhir lakukan revisi, proses inilah yang paling penting dari proses awal sampai akhir.
Keefektifan penggunaan teknik akrostik dalam membantu siswa belajar menulis puisi telah dibuktikan oleh peneliti terdahulu, yakni Al-Hajj (2005) bahwa penggunaan strategi akrostik dalam pembelajaran menulis puisi dapat menunjukkan hasil yang positif. Sebelumnya penulis juga sering menggunakan berbagai metode dalam kegiatan pembelajaran utamanya menulis puisi. Kali ini penulis mencoba menggunakan teknik yang lebih praktis untuk lebih memancing minat siswa siswi SMP N 2 Wonopringgo dalam belajar menulis puisi dengan cepat dan ternyata dengan menggunakan teknik akrostik siswa mampu menulis puisi dengan hasil yang memuaskan, hampir 90 % siswa mengirimkan karyanya via whatsapp dan classroom dengan diksi dan gaya bahasa yang cukup bagus. (bw2/ton)
Guru Bahasa Indonesia SMP N 2 Wonopringgo Kab. Pekalongan