RADARSEMARANG.COM, Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) telah menjadi bagian strategi pengembangan, peningkatan mutu, dan kualitas pendidikan. Sekolah melaksanakan MBS dengan harapan dapat memberikan perubahan kualitas pendidikan.
MBS bertujuan untuk pengembangan dan kemandirian sekolah. Sekolah mandiri dalam sistem desentralisasi dan mandiri tata kelola operasional yang kreatif dan inovatif. Tujuan utama menerapkan strategi untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Kepala sekolah sebagai pimpinan tertinggi dalam struktur organisasi sekolah dapat diukur kinerja. Kinerja sekolah dapat dilihat dari segi prestasi, cara kemimpinan, dan pengelolaan sekolah. Penerapan MBS dalam pelaksanaan kebijakan-kebijakan internal pengelolaan sekolah sepenuhnya menjadi tanggung jawab kepala sekolah. Kepala sekolah berbekal ilmu pengetahuan dan pengalaman memimpin berupaya meningkatkan mutu pendidikan.
Kondisi pandemi MBS dapat diterapkan sebagai strategi dalam pendidikan. Penerapan suatu strategi dengan tujuan agar memberikan hasil terbaik mutu pendidikan. Kepala sekolah menggunakan MBS sebagai suatu sistem operasional untuk memperdayakan stakeholders yang ada.
Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) pada masa pandemi supaya sekolah memiliki otonomi dalam menentukan kebijakan pengelolaan pembelajaran dalam memanfaatkan sumberdaya yang ada. Kepala sekolah untuk bisa mengembangkan mutu pendidikan walaupun peserta didik belajar secara jarak jauh.
Manajemen Berbasis Sekolah menuntut kepemimpinan kepala sekolah untuk mampu menggerakkan dan mendayagunakan setiap sumber daya sekolah secara efektif. Pendidik dan kependidikan dapat digerakkan agar dapat mempertahankan mutu pendidikan. Lingkungan sekolah harus tetap terjaga kebersihan selama peserta didik belajar dari rumah.
Kepala sekolah untuk bisa mengoptimalkan peran masyarakat secara aktif dalam menunjang pembelajaran. Unsur orang tua mempunyai peran penting dalam mendampingi peserta didik tetap belajar di rumah secara efektif.
Pengambilan keputusan yang demokratis setiap tindakan perlu dilakukan kepala sekolah. Masa pandemi menguras pikiran dalam rangka menjaga pendidikan bermutu dengan keputusan yang tepat. Pengambilan keputusan dikaji secara bijaksana. Pelibatan unsur pimpinan sekolah sangat diperlukan dalam rangka mendukung kebijakan yang diambil.
Dalam rangka memaksimalkan kerja perlu pembagian peran dan tanggung jawab. Semua pihak harus bisa memahami peran dan tanggung jawabnya masing-masing. Diharapkan unsur yang ditunjuk untuk bisa melaksanakan tugas secara sungguh-sungguh.
Perlu adanya pedoman yang jelas setiap organisasi sekolah. Setiap unsur organisasi agar dapat mendorong proses pendidikan di sekolah secara efisien dan efektif. Pelaksana mampu memahami pedoman yang ada sehingga aktivitas kerja sesuai dengan harapan. Kebijakan dalam setiap tindakan perlu transparansi kepada stakeholders. Pelaksana maupun pimpinan dalam mempertanggungjawabkan segala tindakan kepada semua sehingga rasa memiliki setiap warga sekolah.
Kinerja sekolah dalam menerapkan MBS diarahkan untuk meningkatkan pencapaian belajar peserta didik. Mutu sekolah tetap terjaga dalam mempertahankan prestasi belajar peserta didik.
Stakeholders sekolah perlu memahami konsep MBS. Setiap kegiatan kepala sekolah mengingatkan pentingnya MBS dalam penerapan dalam organisasi sekolah. Pandemi covid-19 mutu sekolah dapat dijaga dengan menerapkan MBS. Stakeholders memahami dan menyadari kondisi sehingga unsur sekolah mendukung kebijakan pimpinan. Mutu sekolah dapat dijamin selama sekolah melaksanakan MBS. (lbs2/ton)
Kepala SMP Negeri 1 Peandon