RADARSEMARANG.COM, WHO pada tanggal 11 Maret 2020 menetapkan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sebagai pandemi global. Di Indonesia diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini, karena Indonesia sedang melakukan PSBB, maka semua kegiatan yang dilakukan di luar rumah harus dihentikan sampai pandemi ini mereda.
Pembelajaran yang tadinya dilaksanakan dengan tatap muka, kali ini harus dilakukan dengan sistem daring namun tetap harus mampu menjembatani ruang dan waktu. Permasalahan ini dapat diatasi dengan memanfaatkan teknologi digital.
Dalam Pembelajaran IPA Kelas VIII KD 3.3 yaitu “Menjelaskan konsep pesawat sederhana, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari” guru selaku penulis memilih blended learning sebagai model pembelajaran pada materi pesawat sederhana. Blended learning menurut Semler dalam Husamah (2014:29) adalah sebuah kemudahan pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pengajaran, dan gaya pembelajaran, memperkenalkan berbagai pilihan media dialog antara fasilitator dengan orang yang mendapat pengajaran dan juga sebagai sebuah kombinasi pengajaran langsung (face to face) dan pengajaran online.
Pada pembelajaran materi pesawat sederhana blended learning guru mempersiapkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, menentukan dan memilih aktifitas pembelajaran yang relevan dengan konvensional dan aktifitas mana yang relevan untuk online learning. Guru menyampaikan materi melalui E-learning yang sudah dibuat guru yang linknya disampaikan di grup WhatsApp, kemudian guru menjelaskan jenis pesawat sederhana, serta cara menghitung keuntungan mekanik pada pesawat sederhana yang penjelasannya melalui video yang dapat diakses melalui link YouTube. Peserta didik juga dapat mempelajari materi pesawat sederhana melalui rumah belajar.kemdikbud.go.id yang linknya sudah dilampirkan di E learning. Setelah kegiatan online berlangsung guru memberikan tugas mandiri terstruktur yang pengumpulannya ditentukan jadwalnya oleh guru secara bergantian berdasarkan kelompok kelas, saat pengumpulan tugas terjadilah kegiatan face to face (tatap muka) dimana peserta didik dapat menanyakan materi pesawat sederhana yang belum dipahami. Kemudian peserta didik masih dapat berdiskusi dengan guru dan teman diluar jam tatap muka.
Blended Learning memberikan kesempatan bagi berbagai karakteristik peserta didik kelas VIII SMP N 3 Tirto agar dapat belajar mandiri, memungkinkan peserta didik untuk belajar kapan saja, di mana saja menggunakan berbagai konten (bahan pembelajaran) yang dirancang khusus untuk pembelajaran mandiri baik berbasis teks dan berbasis multimedia melalui media online sehingga belajar akan menjadi lebih efektif, lebih efisien, dan lebih menarik. Blended Learning sangat dibutuhkan pada pelaksanaan pembelajaran pada saat pandemi, proses pembelajaran tidak hanya tatap muka, namun menambah waktu pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi internet, mempermudah dan mempercepat proses komunikasi nonstop antara guru dan peserta didik.
Penulis menyimpulkan bahwa Blended Learning banyak sekali manfaatnya bagi peserta didik SMP N 3 Tirto kelas VIII saat pembelajaran Pesawat Sederhana dimasa pandemi karena peserta didik dapat leluasa mempelajari materi pelajaran secara mandiri dengan memanfaatkan materi-materi yang tersedia secara online dan peserta didik dapat melakukan diskusi dengan guru dan teman lain saat tatap muka dan di luar jam tatap muka. (ti2/ton)
Guru IPA SMP Negeri 3 Tirto Kabupaten Pekalongan