RADARSEMARANG.COM, BANYAK wadah atau program yang dijalankan demi menunjang proses pendidikan yang kemudian atas prakarsa sendiri dapat meningkatkan kemampuan, keterampilan arah pengetahuan yang lebih maju. Dapat di tulis salah satu wadah pembinaan siswa disekolah adalah kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kurikulum standar, sebagian perluasan dari kegiatan kurikulum dan dilakukan di bawah bimbingan sekolah. Kegiatan ekstrakurikuler ditujukan agar siswa dapat memperkaya dan memperluas wawasan pengetahuan, mendorong pembinaan nilai dan sikap demi untuk mengembangkan minat dan bakat siswa.
Oleh sebab itu, kegiatan ektrakurikuler dapat berfungsi sebagai wadah penyaluran hobi, minat, dan bakat para siswa secara positif yang dapat mengasah kemampuan, daya kreativitas, jiwa sportivitas, meningkatkan rasa percaya diri dan lain-lain.Akan lebih baik lagi bila kegiatan ini mampu memberikan prestasi gemilang di luar sekolah sehingga dapat mengharumkan nama sekolah.
Kegiatan ekstrakurikuler dapat berupa kegiatan pengayaan dan kegiatan perbaikan yang berkaitan dengan tujuan dari ekstrakurikuler yaitu meningkatkan kemampuan siswa dalam aspek kognitif maupun afektif. Mengembangkan bakat serta minat siswa dalam upaya pembinaan pribadi menuju manusia seutuhnya. Mengetahui serta membedakan hubungan antara satu mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya.
Pada dasarnya pendidikan memberikan bimbingan dan tuntunan kepada seseorang untuk meningkatkan kualitas dirinya dan perannya dalam masyarakat (Abdul Azis: 2010). Oleh karena itu dengan peningkatan kualitas tersebut juga harus diimbangi dengan hasil belajar yang baik dari jam sekolah maupun di luar jam sekolah. Hal itu mendorong siswa untuk mengikuti kegiatan luar sekolah yakni kegiatan ekstrakurikuler untuk mendapatkan hasil belajar yang memuaskan.“Menurut Nana Sudjana, dalam memberikan penilaian hasil belajar juga memperhatikan sasaran menyangkut sikap, minat, perhatian, ketrampilan siswa sebagai akibat dari proses mengajar dan belajar(Nana Sudjana: 2009).
Sebagai kegiatan pembelajaran dan pengajaran diluar kelas, ekstrakurikuler di SMP Negeri 1 Talun khususnya pada mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti mempunyai fungsi dan tujuan diantaranya sebagai berikut: Meningkatkan kemampuan peserta didik sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam semesta. Menyalurkan dan mengembangkan potensi dan bakat peserta didik agar menjadi manusia yang berkreativitas tinggi dan penuh dengan karya. Melatih sikap disiplin, kejujuran, kepercayaan dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Mengembangkan etika dan akhlak yang mengintegrasikan hubungan dengan Allah, Rasul, Manusia, Alam semesta bahkan diri sendiri. Mengembangkan sensitivitas peserta didik dalam melihat persoalan-persoalan sosial-keagamaan sehingga menjadi insan yang proaktif terhadap permasalahan sosial keagamaan. Memberikan arahan dan bimbingan serta pelatihan kepada peserta didik agar memiliki fisik yang sehat, bugar, kuat, cekatan dan terampil. Memberikan peluang kepada peserta didik agar memiliki peluang untuk komunikasi dengan baik; secara verbal maupun non verbal.
Manfaat kegiatan yang dapat diambil di dalamnya adalah : Mengembangkan potensi secara optimal dan terpadu yang meliputi bakat, minat, dan kreativitas yang dimilikinya. Mewujudkan ketahanan sekolah sebagai lingkungan pendidikan sehingga terhindar dari usaha dan pengaruh negatif dan bertentangan dengan tujuan pendidikan. Mengaktualisasikan potensi dalam pencapaian prestasi unggulan sesuai bakat dan minat. Menjadi warga masyarakat yang berakhlak mulia, demokratis, menghormati hak-hak asasi manusia dalam rangka mewujudkan masyarakat madani (civil society). Jadi ekstrakurikuler sangatlah perlu diadakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. (bp4/zal)
Guru PAI dan Budi Pekerti SMPN 1 Talun