RADARSEMARANG.COM, Pendidikan yang bermutu akan tercipta jika aspek-aspek yang berperan di dalamnya mampu memberikan dan menghasilkan yang terbaik. Salah satu cara yang mesti ditempuh oleh pendidik adalah menciptakan metode-metode, pendekatan atau teknik pembelajaran yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan.
Metode merupakan cara atau prosedur yang keberhasilannya di dalam belajar, atau sebagai alat yang menjadikan mengajar lebih efektif. Menurut Daryanto, metode mengajar dapat diartikan sejumlah pengetahuan dan keterampilan yang memungkinkan terselenggaranya kegiatan belajar mengajar secara efektif dan efisien.
Di masa pandemi ini sistem pembelajaran jarak jauh merupakan sistem pembelajaran tanpa adanya tatap muka secara langsung antara guru dan peserta didik. Pembelajaran jarak jauh dilakukan melalui online dengan mengunakan jaringan internet atau lebih dikenal dengan daring. Dalam kondisi seperti ini guru harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap terus berjalan, meskipun peserta didik berada di rumah. Materi pelajaran harus dapat tersampaikan ke peserta didik dan peserta didik mudah dalam memahami sesuai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Oleh karena itu guru mencoba menggunakan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) atau sering dikenal dengan pembelajaran berbasis masalah.
Permasalahan adalah sesuatu yang tidak bisa lepas dalam kehidupan kita sehari-hari. Namun ada kabar gembira bagi mereka yang berusaha mencari solusi atas permasalahan yang didapatkannya. Dia berkesempatan untuk menjadi sesosok pribadi yang lebih dewasa dan cerdas dalam menghadapi masalah yang didapatkannya.
Model pembelajaran Problem Based Learning adalah model pembelajaran yang menekankan pada keaktifan peserta didik dalam memecahkan suatu masalah. Model tersebut bercirikan penggunaan masalah dalam kehidupan nyata sebagai sesuatu yang harus dipelajari oleh peserta didik untuk melatih dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis sekaligus pemecahan masalah, serta mendapatkan pengetahuan konsep-konsep penting.
Secara umum model pembelajaran problem based learning memiliki 6 ciri, yaitu: 1) Kegiatan belajar mengajar diawali dengan pemberian masalah oleh guru, 2) Permasalahan yang diberikan berkaitan dengan kehidupan nyata dari peserta didik, 3) Mengorganisasi serta membahas suatu permasalahan bukan disiplin ilmu, 4) Siswa diberikan suatu bentuk tanggung jawab dalam menjalankan pembelajaran secara langsung, 5) Siswa terbagi menjadi beberapa kelompok, 6) Pada akhir kegiatan siswa diinstruksikan untuk mendemonstarsikan hasil atau produk yang mereka pelajari.
Dalam pembelajran jarak jauh pada mata pelajaran IPS di kelas 9E ini guru mengharapkan peserta didik untuk bisa belajar mandiri melalui tayangan materi melalui youtube dan penugasan yang diberikan guru melalui google classroom. Kreatifitas siswa akan dituntut untuk memecahkan masalah setelah memahami materi yang diberikan oleh guru mata pelajaran. Peserta didik harus aktif dan kritis terhadap pemahaman baru yang di dapat dari hasil tayangan materi pelajaran. Adanya kendala-kendala yang muncul dalam perjalanan pembelajaran jarak jauh ini peserta didik dapat berkomunikasi lewat grub Whats App sebagai tempat untuk menyalurkan diskusi dalama pemecahan masalah dalam pembelajaran. Melihat karakteristik peserta didik kelas 9E aktif dalam berdiskusi di grub kelas dalam memecahkan permasalahan materi pelajaran yang dihadapi. Hal ini akan menuntun siswa untuk berfikir mandiri, aktif dam kritis. (fbs2/ton)
Guru SMPN 31 Semarang