27 C
Semarang
Friday, 4 April 2025

Asyiknya Belajar Materi Siklus Air Menggunakan Media Diorama

Artikel Lain

RADARSEMARANG.COM, Pada pembelajaran tematik kelas V SD Negeri 01 Kaibahan muatan pelajaran IPA Tema 8 Lingkungan Sahabat Kita Subtema 2 Perubahan Lingkungan dengan Kompetensi Dasar 3.8 menganalisis siklus air dan dampaknya pada peristiwa di bumi serta kelangsungan makhluk hidup dan KD 4.8 membuat karya tentang skema siklus air berdasarkan informasi dari berbagai sumber, siswa kurang memahami materi tersebut dan merasa jenuh. Karena guru hanya menjelaskan teori. Banyak siswa yang mendapat nilai di bawah KKM karena pembelajaran yang kurang menyenangkan.
Bagi siswa kelas V, mempelajari proses siklus air akan menjadi kendala tersendiri jika sang guru tidak memberikan media dan metode yang tepat. Terlebih materi ini melibatkan alam semesta yaitu bumi dan langit yang menjadi objek belajar.

Selain itu proses terjadinya siklus air tidak dapat kita amati secara langsung dengan mata telanjang. Oleh karena itu, perlu dikembangkan suatu media pembelajaran baru yang memudahkan siswa untuk memahami materi yang ada dan meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa. Dengan media pembelajaran diorama siklus air ini, diharapkan siswa menjadi lebih aktif, senang mengikuti kegiatan pembelajaran. Daryanto (2013:29) berpendapat, “Media diorama merupakan salah satu media tanpa proyeksi yang disajikan secara visual tiga dimensional berwujud sebagai tiruan yang mewakili aslinya.”
Dalam belajar IPA kita dituntut untuk lebih banyak melakukan kegiatan seperti praktik, percobaan, eksperimen, ataupun demonstrasi. Begitu juga dengan materi siklus air, kita bisa mengajak siswa untuk praktek dengan memanfaatkan benda-benda yang sangat sederhana bahkan bisa dari babe (barang bekas) untuk membuat diorama proses siklus air.

Langkah-langkah pembelajaran siklus air dengan media diorama adalah sebagai berikut, pertama bagilah siswa dalam beberapa kelompok (1 kelompok terdiri dari 4 anak). Setiap kelompok membuat diorama siklus air dengan cara kerja sama. Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat diorama siklus air antara lain kardus bekas ukuran panjang 40 cm, lebar 30 cm, dan tinggi 20 cm, sterefoam, kapas, spidol, lem, serta ranting cemara atau tanaman-tanaman kecil.

Setiap anggota kelompok membagi tugas untuk membuat diorama siklus air. Cara membuatnya sangat sederhana, kardus dipotong menjadi dua bagian atas dan bawah. Kemudian satu diletakan horizontal (bumi) dan satu diletakan vertikal (langit) rekatkan keduanya. Tempelkan sterefoam warna biru pada bagian langit dan laut, serta sterefoam warna coklat pada bagian bumi atau tanah.
Tempelkan juga kapas putih dan kapas yang diberi warna gelap sebagai simbol awan mendung. Selanjutnya tancapkan beberapa ranting cemara atau tanaman kecil agar kenampakan bumi menjadi lebih menarik. Langkah terakhir adalah memberi keterangan berupa anak panah yang menunjukan arah siklus air dan tulisan-tulisan pada masing-masing prosesnya yang meliputi penguapan (evaporasi), pengembunan (kondensasi), pengendapan (presipitasi), hujan, dan penyerapan (infiltrasi).

Setiap kelompok diberi kebebasan untuk berkreasi dalam membuat diorama yang penting urutan dari proses siklus dan substansi dari materi tetap ada. Setelah semua kelompok selesai membuat diorama siklus air, berilah kesempatan kepada masing-masing kelompok untuk mempresentasikan proses siklus air dengan diorama yang dibuatnya sementara kelompok yang lain menanggapinya.
Pada akhir pembelajaran ini guru membimbing siswa untuk membuat rangkuman dan kesimpulan tentang siklus air. Hasil karya mereka dipajang di kelas sebagai portofolio. Dengan bantuan media diorama siswa lebih bersemangat dalam belajar sekaligus membuat mereka lebih mudah untuk memahami konsep siklus air. Pembelajaran pun terasa menyenangkan sehingga banyak siswa yang memperoleh nilai memuaskan. (fbs1/lis)

Guru SD Negeri 01 Kaibahan Kec. Kesesi, Kabupaten Pekalongan


Artikel Terkait

Sementara Itu ..

Terbaru

Populer

Menarik

Lainnya