RADARSEMARANG.COM, Pada hakikatnya proses pembelajaran yang efektif terjadi jika guru dapat mengubah kemampuan dan persepsi siswa dari yang sulit mempelajari sesuatu menjadi mudah mempelajarinya. Dengan komunikasi, lisan maupun tulisan, dapat membawa siswa pada pemahaman yang mendalam tentang matematika dan dapat memecahkan masalah dengan baik.
Guru perlu menggunakan model pembelajaran yang menyenangkan, bermakna dan mencerdaskan siswa sehingga meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa. Salah satunya adalah Pendekatan PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia). PMRI di adaptasi dari model pembelajaran Realistik Mathematics Education (RME) yang disesuaikan dengan kondisi dan budaya Indonesia. PMRI menekankan untuk membawa matematika pada pengajaran yang bermakna dengan mengaitkannya dalam kehidupan nyata sehari hari yang bersifat realistik. Siswa disajikan masalah masalah kontekstual yaitu masalah masalah yang berkaitan dengan situasi realistik.
Pembelajaran di SMP Negeri 38 Semarang kelas IX pada materi bangun ruang sisi lengkung menggunakan model Pendekatan PMRI. Langkah-langkah pembelajarannya, sebelum rumus bangun ruang sisi lengkung diberikan, di sajikan kegiatan terencana menggunakan alat peraga kontekstual/realistik yang mengarahkan agar siswa dapat menemukan rumus luas dan volume bangun ruang sisi lengkung dengan pengetahuannya sendiri.
Dengan pengarahan guru,untuk menemukan rumus luas tabung siswa dapat menggunakan cara menghitung luas pada jaring-jaring tabung yang terdiri dari dua lingkaran dan luas selimut tabung. Sedangkan untuk menemukan rumus volume tabung, menggunakan media kerucut dan tabung yang berdiameter dan tinggi yang sama dengan cara menghitung banyak takaran beras dalam kerucut yang dimasukkan kedalam tabung sampai penuh. Untuk mencari rumus luas bola menggunakan kulit jeruk yang ditata sehingga memenuhi beberapa lingkaran. Sedangkan untuk mencari rumus volume bola dapat dicari dengan menggunakan media beras yang dimasukkan ke dalam bola sampai penuh kemudian dituangkan dalam tabung yang berdiameter sama. sehingga menunjukkan bahwa volume bola sama dengan dua pertiga volume tabung.
Semua kegiatan yang dirancang tersebut dapat di kerjakan oleh siswa secara informal atau coba–coba berdasarkan apresiasi atau cara spesifik siswa. Guru mengamati/menilai/memeriksa hasil pekerjaan siswa. Guru perlu menghargai keberagaman jawaban siswa. Guru meminta 1 atau 2 siswa untuk mendemonstrasikan temuannya (cara menyelesaikannya) di depan kelas. Dengan tanya jawab, guru dapat mengulangi jawaban siswa, agar siswa yang lainnya memiliki gambaran yang jelas tentang pola pikir siswa yang telah menyelesaika soal tersebut. Setelah itu, guru baru menerangkan materi pokok pendukung soal yang baru saja dibahas (kegiatan yang baru saja dilakukan), termasuk memberikan informasi tentang algoritma yang tepat untuk menyelesaikan soal tersebut. Dengan kegiatan ini, di harapkan para siswa pada akhirnya dapat mengkonstruk pengetahuannya sendiri.
Melalui pendekatan PMRI proses pembelajaran menjadi menyenangkan, siswa dapat mengkonstruksi pengetahuannya sendiri dan siswa dapat menemukan kembali matematika sehingga dapat meningkatkan komunikasi matematis siswa secara nyata. (gm2/ton)
Guru Matematika SMP Negeri 38 Semarang