RADARSEMARANG.COM, Kepemimpinan kepala sekolah menjadi penentu bagi keberlangsungan lembaga pendidikan. Kemajuan sebuah sekolah terletak pada kepemimpinan yang dijalankan oleh kepala sekolah dalam memimpin warga sekolah. Kepala sekolah mampu mentransformasikan seluruh elemen sekolah, mampu memperbaiki pendidikan agar seluruh potensi yang ada dapat berfungsi secara optimal.
Untuk mencapai tujuan sekolah, kepala sekolah harus merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi program sekolah secara berkesinambungan sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada orang tua, pemerintah, dan masyarakat. Dari hasil analisa, kepala sekolah masih ada beberapa penemuan-penemuan antara lain, prestasi siswa masih rendah, kurangnya kedisiplinan para guru dan siswa, kurangnya kemampuan guru dalam mengelola kegiatan belajar mengajar, kurangnya penguasaan guru terhadap keilmuan yang diajarkan, kurangnya kemampuan guru dalam memanfaatkan media pembelajaran, kurangnya minat baca siswa.
Penulis sebagai kepala sekolah SDN 1 Kebonadem Kecamatan Brangsong Kendal, berusaha semaksimal mungkin menjalankan fungsinya sebagai manajer dengan baik. Menurut (Suyanto, 2001:2) ada 4 tugas pokok sebagai manajer antara lain: perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan. Oleh karena itu berdasarkan analisa hasil temuan, kekurangan dan kelemahan tersebut akan menjadi sebuah kekuatan di masa yang akan datang.
Sebagai implementasi kepemimpinan yang efektif, dalam merencanakan program sekolah selalu mengkomunikasikan visi, misi, dan tujuan sekolah, cara memperdayakan guru, staf dan masyarakat (komite sekolah). Efektivitas kepemimpinan kepala sekolah juga mengembangkan peserta didik, memberi penghargaan insentif kepada tenaga pendidik dan kependidikan sebagai motivasi dalam menciptakan kemajuan sekolah. Sekolah melalui kepala sekolah mengembangkan kurikulum dan pembelajaran, melalui KKG tingkat sekolah maupun tingkat kecamatan. Sekolah mampu mengelola dan mengevaluasi manajemen pembiayaan yang akuntabel.
Kepala sekolah menjalankan fungsi organisasi menurut Abdul Azis Wahab, anatomi organisasi dan kepemimpinan pendidikan (telaah terhadap organisasi dan pengelolaan organisasi pendidikan). Strategi yang baik diawali dengan sikap, komunikasi, dan perilaku pemimpin yang mampu menerapkan dirinya sebagai bagian dari anggota organisasi artinya pemimpin yang efektif mampu menentukan tujuan yang akan dicapai, memberdayakan stafnya tidak bekerja sendiri, melainkan mampu menggerakkan orang lain untuk bekerja mencapai tujuan organisasi dalam hal ini sekolah.
Sebagai implementasi fungsi pengarahan, kepala sekolah memberikan arahan yang jelas, nasehat, mengarahkan terhadap staf dan guru, melalui dialog wawancara, tanya jawab, diskusi, teguran baik lisan maupun tulisan. Thomas Gorodom (1995:9) menyatakan bahwa anggota kelompok mau menerima pengaruh, pengarahan seorang pemimpin, hanya jika mereka memandangnya sebagai seorang yang dapat menjadikan sarana guna pemenuhan kebutuhan.
Kepala sekolah sebagai leader, hendaknya menjauhkan diri dari sifat otoriter, adanya sikap transparansi yang akan menjadikan semua pihak mengetahui pengelolaan pendidikan yang dapat mendorong tumbuhnya rasa senasib dan sepenanggungan, sehingga tampak untuk memajukan sekolah. (gm2/ton)
Kepala SDN 1 Kebonadem Kec. Brangsong Kab. Kendal