RADARSEMARANG.COM, Wonosobo – Tim Jaran Kore dari RT 13 Desa Kembaran, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo dalam Festival Balon Wonosobo mulai mengembangkan bentuk balon udara. Butuh uji coba berkali-kali agar bisa mendapatkan bentuk yang memuaskan.
Ketua tim Jaran Kore Mufaizin menjelaskan, Desa Kembaran adalah pusat pembuatan balon kertas. Desa-desa lain lantas merujuk pembuatan balon ke Desa Kembaran. Desa ini sekarang mulai mengembangkan untuk memiliki bentuk balon yang lebih bervariasi. Paling sulit dalam pembuatan balon ini adalah bentuk. Karena harus seimbang supaya bisa terbang.
“Wilayah lain sering meminta potongan kertas atau gambar bentuk untuk membuat bentuk balon dari sini untuk menjadi referensi mereka. Untuk bisa mendapat bentuk yang bagus butuh ujicoba. Kalau belum puas, potong lagi, ulang buat lagi. Jadi kalau bentuk itu susah untuk langsung sekali jadi,” jelasnya Senin (24/4).
Mufaizin menuturkan, tema balon yang dibuat tahun ini adalah baling-baling. Balon tersebut memiliki ukuran sekitar 20 meter. Biaya pembuatannya lebih dari Rp 5 juta. Mereka membuatnya dalam kurun waktu 25 hari, dengan anggota tim sebanyak 20 orang.
“Kami berharap festival ini akan lebih ramai lagi, pesertanya lebih banyak dan terkenal sampai internasional,” katanya.
Kegiatan Festival Balon yang diikuti warga Desa Kembaran masih berlanjut hingga Selasa (25/4). Dilanjutkan pada 26 dan 27 April untuk peserta dari luar Kembaran. Akan ada 80 balon dari lintas desa yang terbang menghiasi langit Desa Kembaran. (din/ton)