RADARSEMARANG.COM, Wonosobo – Memasuki tiga bulan terakhir di tahun 2021 ini Pemkab Wonosobo menggenjot target pembangunan. Pembangunan fisik dan nonfisik masih akan menjadi prioritas untuk diselesaikan hingga akhir tahun.
“Secara bertahap pemerintah akan terus melaksanakan pembangunan baik fisik maupun nonfisik hingga akhir tahun ini,” terang Bupati Afif Nurhidayat saat mengunjungi Desa Rejosari, Kecamatan Kalikajar baru-baru ini.
Menurutnya, PR pembangunan masih terus menjadi persoalan utama. Bukan hanya masalah infrastruktur jalan, Afif menyebut masalah sanitasi dan jambanisasi juga menjadi garapan penting. Di tengah rendahnya pemahaman masyarakat Wonosobo tentang lingkungan yang bersih.
“Termasuk di dalamnya sanitasi dan jambanisasi yang masih jadi problem utama kita. Maka kita kejar untuk diselesaikan secara bertahap,” ujarnya.
Peran masyarakat juga penting untuk ikut menyukseskan program sanitasi dan jamban sehat. Mengingat status Wonosobo sebagai kabupaten termiskin ke-2 di Jawa Tengah, yang salah satu indikatornya adalah masih sedikitnya jamban yang sehat.
Yang lebih berat, saat ini anggaran pemerintah difokuskan untuk penanganan pandemi Covid-19. Sehingga dalam melangsungkan pembangunan belum bisa maksimal.
“Namun kita terus mengupayakan agar berbagai program kegiatan pembangunan baik yang bersumber dari dana transfer desa, APBD kabupaten, APBD provinsi maupun APBN tengah kita dorong untuk memberikan pelayanan yang lebih baik untuk masayarakat,” katanya saat ikut menghadiri kegiatan penyerahan PTSL Kabupaten Wonosobo tahun 2021 itu.
Afif menyampaikan untuk mendukung keberhasilan pembangunan, dibutuhkan kerja sama dan sinergitas semua elemen masyarakat. Salah satu kuncinya adalah kerukunan masyarakat dan menghidupkan kembali spirit gotong-royong.
“Di samping itu demi keberhasilan pembangunan perlu kepercayaan dari masyarakat kepada kepala desa, pemerintah kecamatan dan pemerintah kabupaten. Sehingga anggaran dapat mengurai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat,” ungkap bupati. (git/lis)