RADARSEMARANG.COM, Semarang – Pemkot Semarang terus berupaya menggeliatkan ekonomi di pasar tradisional. Salah satunya dengan menggerakkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk nglarisi pedagang pasar.
Program tersebut terbukti efektif. Sejumlah pedagang di Pasar Johar misalnya mengakui pasar menjadi ramai saat para ASN digerakkan belanja ke pasar. Tidak semuanya belanja dan hanya yang sekadar jalan-jalan dan foto selfie.
“Tapi pasar jadi lebih ramai. Misalnya, lima ASN datang, yang beli hanya satu orang ya nemeni sambil foto-foto,” aku pedagang tas di Pasar Johar Semarang, Danu kepada RADARSEMARANG.COM.
Ia mengaku sudah puluhan tahun berjualan di Pasar Johar. Ia mengusulkan agar pasar semakin ramai, setiap ruang kosong di Pasar Johar dijadikan lapak, dan segera diisi pedagang. Kios dan lapak yang tidak segera ditempati pedagang langsung disegel, dan dilimpahkan ke pedagang lain secara transparan.
“Pedagang Johar yang masih di MAJT dan jualan di pasar krempyeng kudu dipaksa ke Pasar Johar. Biar terpusat, dan pasti Pasar Johar lebih ramai,” katanya.
Selain itu, ia meminta agar antar gedung Shopping Center Johar (SCJ), Johar Utara, Johar Tengah, Johar Selatan, dan Kanjengan dihubungkan dengan jembatan. “Kalau ada pengunjung kan bisa bersinergi antar gedung,” tambahnya.
Pedagang roti di Pasar Johar Tengah Mbak Ross mengaku Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu sempat membeli roti di kiosnya menjelang Hari Raya Idul Fitri. “Bagus sih, bisa dilarisi pejabat. Harapannya, bisa digelar kontinyu,” jelasnya.
Kalau bisa program tersebut berkelanjutan. Setelah pulang kerja para ASN bisa ke pasar. Untuk mengenalkan dan memasarkan kembali Pasar Johar. “Kadang pengunjung masih bingung mau belanja ke mana,” akunya.
Di Johar Selatan, salah satu pedagang gula Jono senang pernah dilarisi oleh Mbak Ita –sapaan wali kota. Menurutnya, Pasar Johar kini sudah mulai ramai. Ia yakin pasar akan semakin ramai jika relokasi Pasar Johar di MAJT ditutup total.
Pasar tradisional yang mati suri lainnya adalah Pasar Bulu. Salah satu pedagang sembako di kios 61 lantai 1 Pasar Bulu, Siti, mengungkapkan, ASN Pemkot Semarang baru nglarisi pedagang Johar. Untuk Pasar Bulu, sampai saat ini belum didatangi. “Di sini juga sepi, harusnya para ASN juga digerakkan belanja ke Pasar Bulu dan pasar tradisional lainnya,” harapnya.
Menurut dia, program tersebut sangat baik. Karena memperkenalkan pasar tradisional yang masih lesu. “Karena pasar tradisional sekarang bersaing dengan supermarket dan online,” ujarnya.
Saat melakukan operasi pasar minyak goreng dan beras menjelang lebaran lalu, Mbak Ita sempat datang ke Pasar Bulu dan nglarisi para pedagang.
“Bu Wali memang sempat beli produk di sini, lalu dibagikan ke tukang becak, dan lainnya. Di tempat saya, beli beras. Saya senang karena lebaran lalu, harga-harga tidak terlalu melonjak dan terkendali,” katanya. (fgr/fth)