RADARSEMARANG.COM, SEMARANG -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mencatat, kekeringan meluas hingga 28 kabupaten/kota di Jateng. Masih belum ada hujan turun di sebagian besar daerah Jateng.
Kasi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Kelas I, BMKG Kota Semarang, Iis Widya Harmoko menjelaskan ada sejumlah daerah yang saat ini sudah tidak lagi diguyur hujan lebih dari 60 hari. Bahkan ada daerah yang lebih seratus hari yang belum terguyur hujan. Semarang pun masih belum ada tanda-tanda turun hujan.
“Kami imbau kepada warga untuk menyiasati kondisi ini dengan memanfaatkan sumber mata air yang bisa didapatkan di telaga, irigasi sawah maupun sisa di embung. Terpenting persediaan air, karena akan berpengaruh pada kesehatan,” pungkasnya.
“Saat ini terdapat 213 kecamatan yang dilanda kekeringan. Dan 843 desa yang terdampak kekeringan panjang. Masuk puncak kemarau di bulan Agustus, ada 545.851 kepala keluarga atau setara dengan 2.056.287 jiwa yang kekurangan pasokan air bersih,” kata Kepala BPBD Jateng, Sudaryanto, Kamis (5/9).
Sudah sebanyak 9.741 tangki air bersih distribusikan oleh pihaknya untuk mengatasi kekeringan. Kabupaten Wonogiri mendapat 2.315 tangki, Purbalingga sebanyak 1.351 tangki, Kabupaten Banyumas mendapat 813 tangki, Grobogan mendapat 685 tangki, Sragen mendapat 679 tangki dan Blora mendapat 656 tangki.
“Untuk wilayah lainnya, permintaan distribusi air bersihnya hanya skala kecil. Seperti Rembang, Demak, Jepara dan Brebes. Masing-masing kurang lebih 200 tangki air bersih,”tambahnya. (ria/ida)