27 C
Semarang
Friday, 4 April 2025

Puluhan Biksu Peringati 1.199 Tahun Candi Borobudur

Artikel Lain

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Memperingati 1.199 tahun Candi Borobudur selesai dibangun, sejumlah umat Buddha melakukan ritual Dharmayatra Adi Buddha Puja. Candi Borobudur disebut selesai dibangun pada 26 Mei 824.

Ritual yang baru kali pertama dilakukan ini diikuti kurang lebih 30 umat. Terdiri atas samanera (calon biksu), samaneri (calon biksuni), serta para biksu. Mereka melakukan ritual dengan pradaksina di setiap lorong mulai dari lantai satu sampai lima Candi Borobudur.

Ritual dilanjutkan di Bukit Jati kompleks Candi Borobudur. Ritual tersebut juga untuk mengawali penggunaan kembali tata cara beribadah umat Buddha Jawa kuno sesuai sejarah di masa pembangunan Candi Borobudur.

“Untuk 26 Mei ini kami menyebutnya Hari Borobudur. Kami mengawali Dharmayatra Adi Buddha Puja yang mana adi puja ini merupakan tata ritual yang memang ada di Borobudur yang belum pernah dilakukan sama sekali dan baru hari ini (kemarin) kami lakukan,” ujar Bhante Nyanasila Thera kepada RADARSEMARANG.COM di Candi Borobudur, Jumat (26/5).

Bhikkhu Nyanasila Thera menyampaikan, puja bakti tersebut bagian dari tata cara beribadah yang disebut Dharmayatra Adi Buddha Puja. Konsep peribadatan ini dipadukan dengan tradisi masyarakat Jawa kuno.

Salah satu bentuk ritual yang kentara adalah adanya acara berdoa dengan dilengkapi ubo rampe atau sesaji. Sesajen yang dipakai, antara lain, bunga-bunga dari empat penjuru, kendi berisi air, dan buku-buku doa.

Ia menambahkan, Dharmayatra Adi Buddha Puja diawali Kamis (25/5) lalu untuk menyambut hari H ini mulai dari Candi Mendut dan Candi Pawon. Dilanjutkan kemarin ritual di Candi Borobudur.

Nyanasila Thera menerangkan, Dharmayatra Adi Buddha Puja adalah bentuk ritual penghormatan yang memang didapatkan dari apa yang ada di Candi Borobudur.

Hal ini dirumuskan dari hasil kajian dan diskusi bersama yang dilakukan Sangha Agung Indonesia bersama umat Buddha di Bali dan peneliti sejarah Candi Borobudur, Hudaya Kandahjaya.

“Jadi, Dharmayatra Adi Buddha Puja ini berdasarkan buku Hudaya Kandahjaya berjudul Borobudur, Biara Himpunan Kebajikan Sugata. Dan hasil kajian dan diskusi menunjukkan bahwa tradisi tersebut masih dijalankan umat Buddha keturunan Empu Tantular di Bali,” katanya.

“Diawali tahun ini, kami berharap Dharmayatra Adi Buddha Puja menjadi kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun. Dan untuk peringatan yang ke-1.200, kami akan lakukan dalam skala besar tentunya di tahun depan, tanggal 26 Mei,” ujarnya. (rfk/aro)


Artikel Terkait

Sementara Itu ..

Terbaru

Populer

Menarik

Lainnya