RADARSEMARANG.COM, Mungkid – Capaian angka stunting di Kabupaten Magelang tercatat 14,66 persen pada 2021. Menurun 5,57 persen dibanding tahun 2020 yang mencapai 20,23 persen. Data ini didapatkan dari Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM).
Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda dan Litbangda Kabupaten Magelang Amirudin Zuhri mengungkapkan, mulai 2020 Kabupaten Magelang dijadikan sebagai lokus prioritas intervensi percepatan penurunan stunting oleh pemerintah pusat.
“Sampai tahun 2022 ada 30 desa yang dijadikan sebagai lokasi prioritas intervensi stunting dan secara bertahap akan dilaksanakan di semua desa di Kabupaten Magelang,” papar Amirudin dalam kegiatan Rembug Stunting tingkat kecamatan di aula Kecamatan Ngablak, Selasa (15/3).
Rembug Stunting tingkat kecamatan lantas menjadi salah satu strategi peningkatan komitmen dan visi kepemimpinan di tingkat pemerintah kabupaten. Tujuannya untuk menyampaikan hasil analisis situasi dan rancangan rencana kegiatan intervensi penurunan stunting di kecamatan secara terintegrasi.
“Kemudian mendeklarasikan komitmen pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan dan menyepakati rencana kegiatan intervensi penurunan stunting,” ujar Amirudin.
Hasil kegiatan Rembug Stunting, lanjut Amirudin, akan menjadi dasar gerakan penurunan stunting kecamatan. Realisasinya melalui integrasi program atau kegiatan yang dilakukan lintas sektor dengan melibatkan partisipasi masyarakat.
Camat Ngablak Pujo Ihtiarta mengaku siap mendukung program pemerintah terkait percepatan penurunan stunting di Kabupaten Magelang. Salah satunya melalui Rembug Stunting. (rhy/lis)