RADARSEMARANG.COM, Kudus – Warga Desa Terban kembali menemukan fosil gading gajah dengan panjang 1,5 meter. Penemuan ini terjadi saat warga panen Kencur di perbukitan Patiayam. Tepatnya di Gunung Slumprit.
Koordinator Museum Purbakala Patiayam Djamin menyebut penemu itu bernama Paijan warga RT 2 RW 4 Desa Terban, Jekulo. Ditemukan pada September lalu. Usai menemukan fosil, Paijan langsung menghubungi Djamin dan tim.
“Waktu itu sore. Kemudian, habis Isya kami langsung ke lokasi untuk cek. Temuan itu kami prediksi, fragmen gading gajah stegodon,” jelasnya.
Keesokan harinya pihaknya langsung mengangkat fosil. Setelah diukur fosil itu sepanjang 1,5 meter.
“Sayang itu hanya bagian pangkal saja. Sebab ujungnya sudah terkikis,” tambahnya.
Djamin memprediksi jika masih dalam kondisi utuh, kemungkinan gading tersebut sepanjang 3 meter. Sebab diameter bagian pangkalnya 14 cm. Sehingga jika dikalkulasi, gading itu bisa sepanjang 3 meter saat utuh.
“Semula itu masih di rumah warga yang menemukan. Sebab di sini kondisinya masih penuh. Banyak yang masih didata. Belakangan ini baru kami pindah ke sini,” katanya.
Proses selanjutnya, temuan itu akan dikembangkan petugas penyelamat dan pelestarian. Dimulai dengan identifikasi. Baik jenis temuan hingga penemu. Untuk kemudian dimasukkan pendataan.
“Setelah itu masuk ke konservasi pembersihan dan rekontruksi. Terakhir dimasukan storage,” jelasnya.
Djamin mengatakan, hingga kini Museum Patiayam telah memiliki puluhan koleksi gading gajah. Sayang belum semuanya masuk data.
Tak dipungkiri jika untuk fosil-fosil pada masa transisi kemarau ke hujan cendrung mudah ditemukan. Sebab warga banyak yang mengolah lahan untuk persiapan. Sehingga tanah-tanah banyak yang terkikis. (ks/tos/mal/top/JPR/bas)