RADARSEMARANG.COM, Klaten – Artis parodi gagal mudik saat pandemi yang viral pada 2020, Minto Suwito Siyam, 85, atau akrab dipanggil Mbah Minto, meninggal dunia pada Rabu (22/12) malam sekitar pukul 21.00 WIB.
Warga Dusun Selorejo, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat itu meninggal dunia setelah dirawat selama satu minggu di Rumah Sakit Umum (RSU) Islam Klaten.
Putra keempat Mbah Minto, Sudiono, 48, menceritakan, sebelum ibunya masuk ke rumah sakit memang sempat jatuh dan pingsan di kamar mandi. Hal itu dikarenakan sakit darah tinggi yang diderita Mbah Minto sejak lama.
“Pertama kali Mbah Minto diketahui pingsan oleh cucunya, Aris yang sehari-harinya menemani Mbah Minto. Lantas di bawa ke RSD Bagas Waras Klaten dan sempat menjalani perawatan selama dua hari di sana. Sebelum akhirnya di rujuk ke RSU Islam Klaten,” ucap Sudiono, Kamis (23/12).
Diakui Sudiono, dialah yang menunggu sang ibunda selama perawatan di rumah sakit. Mbah Minto memang sempat dalam kondisi kritis sebelum akhirnya meninggal dunia.
“Kondisi terakhir Mbah Minto sebenarnya masih bisa merespons dengan gerakan tangannya ketika diajak komunikasi. Hanya saja sepertinya simbah ingin bicara tetapi sudah tidak bisa,” ucapnya.
Mbah Minto meninggalkan empat anak, 15 cucu, dan empat cicit. Rencananya pemakaman dilakukan pada Kamis (23/12) pukul 14.00 WIB di Sasono loyo Wonosegaran, Bugel, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Solo di rumah duka, deretan karangan bunga ucapan duka cita atas meninggalnya Mbah Minto terus berdatangan. Mulai karangan bunga dari Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, Bupati Klaten Sri Mulyani hingga Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo. (ren/ria/Radar Solo/bas)