RADARSEMARANG.COM, Kendal – Peringatan Hari Jadi ke-415 Kabupaten Kendal tahun ini memiliki semangat berbeda. Bupati Kendal Mirna Annisa mengajak seluruh masyarakat Kendal untuk lebih semangat membangun Kendal, sehingga Kendal bisa mendunia. Ini sesuai dengan tema HUT kali ini yakni “Tetap Bersatu, Jadikan Kendal Mendunia.”
Mirna –sapaan akrabnya– tetap memberikan suntikan semangat meski perayaan hari jadi di tengah pandemi Covid-19. Ditemui di rumah dinasnya, rasa optimistis tetap terpancar di raut wajahnya. Baginya, saat ini Kendal sudah bersiap lepas landas. Bersiap menjadi Kendal yang andal dan Kendal yang mendunia.
“Banyak potensi yang bisa dimaksimalkan. Dalam sisi banyak hal, salah satunya lewat perfilman. Beberapa hari lalu sineas muda yang terdiri atas para pelajar membuat film Kalang Obong. Mereka dengan bangga mengangkat unsur budaya lokal Kendal. Film itu sekarang masuk platform Viu Indonesia dan sudah ditayangkan di 16 negara. Itu sebuah kado yang istimewa,”kata Mirna kepada RADARSEMARANG.COM, Senin (27/7/2020).
Menurut Mirna, hal tersebut membuktikan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) Kendal memang andal. Para sineas yang terdiri atas pelajar mampu membuktikan diri membawa Kendal dikenal luas. Lewat film Kalang Obong, mereka berhasil menyabet sebagai penulis naskah terbaik dan sutradara terbaik.
“Pelajar menjadi pembeda di panggung perfilman. Meski berada di tengah pandemi ini, tidak menghalangi mereka untuk berkreativitas total. Bahasa asli Kendal dan budaya Kendal, mereka perkenalkan kepada dunia luar. Bahwa di Kendal masih ada karya terbaik yang layak diapresiasi,”imbuh Mirna.
Untuk seluruh jajaran, Mirna menginstruksikan agar seluruh dinas, instansi, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bisa memaknai hari dengan penuh makna. Dengan menyelenggarakan doa bersama di masing-masing kantor.
Kendati demikian, itu tidak mengurangi wujud rasa syukur dan semangat yang redup. Justru, momentum hari jadi dirasa menjadi suntikan semangat agar Kendal segera bangkit.
Tak hanya di sisi perfilman, sektor pertanian, pembangunan dan industri terus digetolkan Pemkab Kendal. Dengan mekanisme yang baik, Mirna yakin sektor penyangga strategis perekonomian akan semakin meningkat. Tak lupa, momentum hari jadi turut juga bertepatan dengan tahun politik. Tepatnya tahun rawan politik. Mirna menginginkan jangan sampai ada kesalahpahaman. Ia berharap, pesta politik nantinya tidak berujung pada perpecahan.
“Jangan sampai ada kesalahpahaman yang tidak baik. Harus diingat lagi, kalau saat ini bukan saat yang tepat untuk bersinggungan. Masyarakat butuh kebersaman dan saling ada tolong-menolong,”tandasnya.
Ia sangat berharap, siapapun kelak yang akan memimpin Kendal, masyarakat harus tetap bersatu jangan mudah digoyahkan. Harus berada pada jalur yang benar. Sehingga jalur pondasi dan birokrasi di Kendal tetap kuat.
“Meski di tengah keterbatasan, momentum hari jadi adalah sesuatu hal yang pasti. Diulang setiap tahun. Saya selalu berharap, masyarakat Kendal akan terus bersatu, menjadikan Kendal mendunia,” katanya.
Momentum Hari Jadi Kendal turut pula diperingati dalam Rapat Paripurna DPRD Kendal. Bertempat di lantai 2, pimpinan DPRD dan anggota secara khidmat mengikuti acara meski dilakukan secara virtual.
Ketua DPRD Kendal Muhammad Makmun mengatakan, segenap pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kendal turut berbahagia. Hari jadi sendiri tertuang dalam Peraturan Kabupaten Kendal Nomor 20 Tahun 2006 Tentang Hari Jadi Kabupaten Kendal. Jika ditelisik jauh, hari jadi jatuh pada Selasa Pon, 12 rabiul awal 1014 Hijriyah atau bertepatan dengan 28 Juli 1605 Masehi. Dahulu, pada saat pengangkatan Kiai Tumenggung Bahurekso diangkat sebagai bupati.
“Kendal kini memasuki usia ke-415 tahun. Ini usia yang sangat matang dan terhitung lama. Kami berharap proses pembangunan di Kabupaten Kendal bisa berjalan lebih cepat dan bisa menyejahterakan masyarakat. Meski momentum hari lahir (harlah) sedang menghadapi wabah Covid-19 yang mendunia,”ujar Makmun.
Makmun menjelaskan, makna hari jadi sangatlah sakral. Berulang tahun di tengah pandemi tidaklah mudah. Baginya, pandemi adalah bagian dari sesuatu yang sudah digariskan Tuhan. Meski begitu, sebagai masyarakat tidak harus antipati.
“Tapi kita harus tetap semangat dengan menjaga protokol kesehatan. Masyarakat Kendal menjaga pola hidup yang sehat, sering mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Itu adalah bagian dari protokol kesehatan yang ditetapkan,” katanya. (avi/aro/bas)