RADARSEMARANG.COM, Kendal – SMA Negeri 1 Kendal (Smanik) mulai melakukan simulasi pembelajaran di kelas. Smanik menjadi salah satu dari dua SMA di Kendal yang menjadi sekolah percontohan dalam penerapan new normal di masa pandemi Covid-19.
Simulasi dilakukan untuk mengetahui kesiapan sekolah dalam menerapkan new normal. Baik dari tenaga pendidik, peserta didik, karyawan sekolah hingga sarana dan prasarana yang ada di Smanik. Hal itu untuk memastikan jika pembelajaran di sekolah telah dilakukan dengan protokol kesehatan yang benar.
Dalam simulasi, satu ruang kelas diisi maksimal 12 siswa. Siswa akan dipantau mulai masuk ke sekolah, masuk kelas, di dalam kelas hingga saat menerima pelajaran.
Di mana seluruh masyarakat sekolah baik guru, siswa kepala sekolah dan karyawan wajib mengenakan masker dan face shield. Wajib cuci tangan pakai sabun saat akan masuk kelas dan saat pulang. Selain itu tempat duduk antar siswa juga diberikan jarak.
“Jadi satu ruang kelas ini hanya untuk sepertiga dari jumlah siswa dalam satu kelas. Kursi dan meja memang tidak kami keluarkan, tapi jarak sudah kami atur dengan memberikan tanda silang pada bangku yang harus dikosongi untuk menjaga jarak,” kata kepala Smanik Yuniasih.
Dalam simulasi, siswa belajar di dalam kelas selama empat jam tanpa istirahat. Guru dan wali kelas wajib memastikan siswa telah mematuhi protokol kesehatan selama datang ke sekolah sampai siswa pulang lagi ke rumah.
“Istirahat dalam arti siswa keluar kelas itu memang tidak ada. Tapi istirahat dalam kelas tetap ada. Jadi siswa selama dari masuk sampai selesai hanya berada di dalam kelas saja. Siswa istirahat dan makan dengan bekal yang mereka bawa dari rumah,” katanya.
Begitu selesai pembelajaran, lanjut Yuni, siswa langsung pulang. Para guru wajib memastikan siswa telah pulang dan tidak ada yang mampir atau nongkrong di tempat-tempat keramaian.
“Untuk hal ini kami melakukan dengan mengontak orang tua siswa satu persatu. Memastikan apakah siswa telah sampai di rumah atau belum,” tegasnya.
Perihal jajanan di sekolah, pihak sekolah telah melarang pengelola kantin untuk berjualan selama masa pandemi ini. Tapi, meski sudah menggelar simulasi, Yuni mengaku pihaknya tetap menunggu keputusan resmi. Apakah Smanik diizinkan untuk melaksanakan new normal atau tidak.
Hal senada dikatakan Waka Kesiswaaan Smanik, Fendy Dwi Hardiyanto. Ia menambahkan jika saat siswa masuk ada petugas piket guru bersama satpam yang berjaga. Mereka bertugas untuk mengatur suhu badan siswa dengan termometer. “Jika ada siswa yang suhu badannya tinggi, maka akan kami larang untuk masuk kelas,” katanya.
Siswa akan diatur sejak masuk kelas. Mereka harus menjaga jarak dengan selama berjalan menuju kelas dengan jalur hijau yang sudah kami buatkan.
“Jadi tidak ada siswa yang jalan bareng, salaman dengan guru. Mereka juga wajib cuci tangan begitu akan masuk ke sekolah ditempat yang sudah kami sediakan,” tandasnya.
Perihal fasilitas kelas, pihak sekolah juga menyediakan handsanitizer sebagai pengganti cuci tangan di dalam kelas. Selain pembelajaran tatap muka di kelas, sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau dalam jaringan (daring) juga ditempuh.
“Sebab setiap hari nantinya hanya sepertiga siswa saja yang masuk kelas. Jadi bergantian, Senin khusus kelas X, Selasa Kelas XI dan Rabu Kelas XII. Selebihnya Kamis Jumat dan Sabtu siswa belajar di rumah dengan PJJ,” tambahnya. (bud/zal/bas)