RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Belasan ribu warga memenuhi Alun-Alun Kendal dalam helatan Sinau Bareng Cak Nun dan Kyai Kanjeng, Selasa (30/7) malam. Selain helatan sinau bareng Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun, Bupati Kendal Mirna Annisa juga memanfaatkan momen tersebut untuk berdialog menyerap aspirasi warga.
Dalam kesempatan itu, Cak Nun mengajak masyarakat untuk berpikir seksama dengan memberikan empat pertanyaan. Salah satunya adalah tiga hal mengembirakan di Kendal.
Pertayaan tersebut dijawab oleh salah satu kelompok peserta dengan memberikan sanjungan kepada Bupati Kendal Mirna Annisa. Bupati Mirna, menurut warga, merupakan pemimpin ramah dan cerdas, serta memiliki perangai menyenangkan.
Kedua, pembangunan Kendal saat ini sudah merata. Tidak hanya wilayah perkotaan, tapi wilayah pedesaan serta daerah atas juga dibangun. Ketiga, kepemimpinan Mirna begitu hebat karena karena bisa membawa kemajuan bagi wilayah Kendal.
Sementara warga lain mengaku bangga memiliki Bupati Kendal Mirna Annisa. Bupati Mirna menurut dia merupakan pemimpin yang merakyat, yakni dekat dengan rakyat, sehingga tahu keinginan rakyatnya. Namun selain pujian, warga juga memberikan saran untuk Pemkab Kendal. Di antaranya masalah Kawasan Industri Kendal (KIK). Saat ini, menurut warga, telah berdiri pabrik meskipun jumlahnya masih sedikit. Namun perekerutan karyawan belum diprioritaskan bagi warga Kendal. Sebab, perusahaan-perusahaan yang ada di KIK masih banyak memakai tenaga dari luar Kendal. Padahal wilayah Kendal memiliki banyak tenaga siap kerja. Karena itu, warga sangat berharap Bupati Mirna dapat menyampaikan aspirasi warga ini kepada perusahaan di Kawasan Industri Kendal.
Selain itu, terkait pelayanan kesehatan, baik rumah sakit maupun puskemas di wilayah Kendal dinilai kurang maksimal. Warga berharap pelayanan ditingkatkan kesehatan masyarakat mendapatkan pelayanan maksimal.
Bupati Kendal dr. Mirna Annisa, M.Si., menanggapi kritik dari para kelompok. Ia mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang sudah memberikan kritik, sehingga nantinya bisa bersama-sama memperbaikinya.
Mirna menjelaskan, jika di saat ini telah ada lebih kurang 60 perusahaan masuk Kendal melalui KIK. Namun keberadaan perusahaan tersebut ada yang sudah beroperasi dan belum. Sehingga belum bisa maksimal dalam hal penerimaan pegawai. “Kedepan akan diperbaiki, sehingga mereka hanya akan merekrut tenaga pegawai dari Kendal,” katanya.
Namun yang menjadi catatan, Kendal saat ini menjadi wilayah percontohan terbaik pelayanan investor tingkat nasional. “Bahkan Kendal menjadi satu dari tiga wilayah yang ditunjuk langsung oleh Presiden menjadi wilayah pertumbuhan ekonomi industri,” timpalnya.
Perihal pelayanan kesehatan rumah sakit dan puskesmas di Kendal yang kurang maksimal menurutnya pemerintah membutuhkan masukan dari masyarakat perihal layanan kesehatan yang baik menurut warga seperti apa. “Sehingga kami akan dorong kepada pengelola kesehatan itu untuk memperbaikinya,” tandasnya.
Warga juga mengritisi perihal Persik Kendal yang terkesan dibiarkan oleh pemerintah. Menurut Mirna, pada saat Persik Kendal naik tingkat ke liga dua, maka harus dikelola secara profesional dan tidak dapat bantuan anggaran dari pemerintah. “Itu aturan dari pusat,” katanya.
Meskipun begitu, ia tetap membantu perihal pendanaan dengan mencarikan sponsor dari berbagai pihak. Terutama perusahaan swasta. “Sekarang karena turun kembali ke Liga Tiga, maka dapat bantuan lagi dan pemerintah tahun ini sudah menganggarkannya melaui APBD,” imbuhnya. (adv/bud)