RADARSEMARANG.COM, Demak – Sebanyak 57 anak-anak tampak antusias mengikuti prosesi khitanan massal dalam rangka Haul Sultan Fatah ke-519. Mereka diajak untuk berziarah lebih dulu sebelum dikhitan dalam sunat tabarukan tersebut.
Penanggungjawab khitan tabarukan dr Anik Alfiyani mengatakan, sebelum dikhitan anak-anak diberikan pemahaman bahwa sunat itu menyehatkan. Karena itu, tidak perlu takut. Misalnya setelah habis sunat, makan telur ayam yang banyak. “Biar cepat sembuh. Tidak ada pantangan makanan apapun,”katanya dihadapan peserta sunatan massal tersebut.
Sekretaris Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Demak, Sumitro menambahkan, puluhan petugas kesehatan dikerahkan untuk mensukseskan sunat tabarukan ini. Khitan yang dilakukan telah menggunakan teknologi modern. Selain pakai metode laser, juga menggunakan metode super ring. “Metode manual sudah jarang dipakai. Ini bagian dari kemajuan teknologi dalam persunatan,”ujarnya.
Ketua Takmir Masjid Agung Demak, KH Abdullah Syifa menyampaikan, khitanan tabarukan tersebut mengambil momen haul Sultan Fatah.”Khitanan ini didoakan para kiai. Ngalap berkah juga dari Sultan Fatah. Kegiatan ini rutin tiap tahun,”katanya.
Biasanya, peserta khitan bisa mencapai 250-an anak. Mereka juga diiring naik becak atau dokar. Namun, karena masih pandemi, maka dibatasi hanya sekitar 57 anak dan pawai becak ditiadakan agar tidak terjadi kerumunan. (hib/fth)