27 C
Semarang
Sunday, 6 April 2025

Kasus Pengasuh Ponpes Cabul di Batang, Ganjar: Kita Turunkan Tim untuk Evaluasi Ponpesnya

Artikel Lain

RADARSEMARANG.COM, Batang – Kasus asusila di salah satu pondok pesantren di Desa Wonosegoro, Kecamatan Bandar terungkap. Pelakunya adalah pengasuh pondok pesantren bernama Wildan Mashuri Amin, 57 tahun. Korban yang melapor di Kepolisian berjumlah 14 orang.

Sedang pengakuan tersangka korban berjumlah 15 dan ada korban lain yang sudah lulus. Sehingga total kini menjadi 17 orang. Pihak Kepolisian terus mengembangkan kasus tersebut karena ada dugaan korban lain. Hal ini karena mayoritas santri sedang libur dan pulang ke rumah masing-masing.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyebutkan, pihaknya akan membentuk tim. Agar bisa meninjau kelayakan pesantren tersebut. Kegiatan itu bakal dilakukan bersama Kementerian Agama. Jika dinilai tidak layak, sekolah akan ditutup secara permanen.
Menurutnya, munculnya pencabulan dan persetubuhan oleh pengasuh betul-betul tidak memberikan pembelajaran yang baik. Pesantren telah memberikan celah kepada siapapun melakukan aksi bejat.
“Segera kita turunkan tim untuk kita evaluasi. Sekarang masih libur, santri pada pulang. Kalau memang ini tidak layak, kita tutup aja,” tegas Ganjar.
Dalam kesempatan itu, Ganjar juga menyebutkan jika pihaknya akan membuka ruang untuk melapor. Tidak hanya di Kabupaten Batang, melainkan di seluruh wilayah di Jawa Tengah. Namun publik diharuskan berani melapor. Ia berpesan agar para orangtua berkomunikasi intens. Sehingga setiap anak berkeluh kesah, langsung ke orangtua. Dengan begitu, orangtua tahu kejadian yang dialami anaknya.
“Kejadian beberapa kali terjadi. In case di Batang, September terjadi, publik harus mengontrol apakah sekolah umum, ponpes atau tempat lain yang punya potensi kejadian serupa,” ucapnya. (yan/bas)

Artikel Terkait

Sementara Itu ..

Terbaru

Populer

Menarik

Lainnya