RADARSEMARANG.COM, Semarang – Mengawali 2022, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng akan kembali mendata warga miskin. Sebanyak 15 kabupaten/kota miskin di Jateng akan diprioritaskan menerima pemberdayaan dan akses pekerjaan. Khususnya 5 daerah dengan indikasi kemiskinan ekstrim, seperti Pemalang, Kebumen, Brebes, Banyumas, dan Banjarnegara.
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen mengatakan, upaya pengentasan telah dimulai sejak 2021 lalu. Namun di awal 2022 ini pihaknya akan kembali memprioritaskan warga miskin untuk dapat meningkatkan kualitas hidupnya.
“Kami punya 14 kabupaten/kota miskin di Jateng. Selama pandemi Covid-19 bertambah satu. Makanya ini perlu segera kami garap,” ungkapnya kepada RADARSEMARANG.COM.
Rencananya, ia akan merancang kembali pembangunan infrastuktur yang tertunda akibat refocusing anggaran penanganan Covid-19 dua tahun lalu. Sehingga banyak warga terlibat dan berdaya dari proyek tersebut.
Melihat kemiskinan Jateng disebabkan daya saing ekonomi dan kualitas SDM yang tergolong rendah, ia akan merangkul Dinas Koperasi dan UKM Jateng untuk lebih menghidupkan koperasi dan UKM di kawasan miskin itu. Sehingga perekonomian warga tak hanya terbantu, tapi terangkat dan perlahan tumbuh membaik.
Di samping itu, pihaknya juga meningkatkan kualitas SDM dengan berbagai pelatihan. Salah satu yang baru berlangsung di akhir 2021 adalah pelatihan barista. Dengan melatih skill ratusan peserta asal Jateng, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Apalagi membuka usaha kopi di kampung halaman.
“Kami kan bisa mengembangkan kopi Temanggung, Tegal, Brebes. Membuka usaha kopi sama dengan membuka lapangan kerja baru,” imbuhnya.
Meski begitu, saat ini pihaknya masih melakukan perbaikan data warga miskin di belasan wilayah tersebut. Sehingga dapat mengidentifikasi warga yang dapat diberdayakan dan skill yang diperlukan. Termasuk dari segi usia dan pendidikan. “Semoga upaya ini berhasil dan kita dapat penghargaan lagi seperti tahun lalu,” pungkasnya. (taf/ida)