RADARSEMARANG.COM, Semarang – Empat pelaku yang mengatasnamakan geng Perompak Original menjalani 28 adegan rekonstruksi atau reka ulang pengeroyokan yang menewaskan Muhammad Andik Kurniawan alias Bongkrek, 25, warga Genuk. Rekontruksi tersebut turut disaksikan langsung pihak adik korban dan rekan-rekannya. Bahkan berusaha merangsek mendekati jalannya proses rekonstruksi yang dijaga ketat anggota kepolisian.
Kapolsek Ngaliyan Kompol R Yustinus yang juga berada di lokasi terus memberikan imbauan tegas untuk tidak berbuat ulah mengganggu proses jalannya rekonstruksi. “Inginnya nyawa dibalas nyawa,” kata adik korban di depan Yustinus, di lokasi kejadian, Rabu (26/8/2020) kemarin.
Meski demikian, Yustinus tetap menasehati dan memberikan arahan supaya tidak berbuat hal buruk yang dikhawatirkan menambah permasalahan. Sementara, empat pelaku terlihat kooperatif saat menjalani proses rekonstruksi. Mulai dari cekcok di tempat indekos pelaku hingga terjadi pengeroyokan dan pembunuhan.
Pendamping Hukum Tersangka Suseno dari LBH Ratu Adil mengungkapkan adegan tersebut diawali dengan kedatangan korban bersama rekannya bernama Aditya Hermanto. Keduanya datang ke lokasi studio tato, berlokasi di Jalan Beringin Raya Kecamatan Ngaliyan mengendarai sepeda motor. Setelah parkir di halaman studio tato, keduanya masuk dan menemui Benny Beni Ricky Dwiantoro alias Tomat, alias B, 25, warga Wonosari Utara, Kelurahan Wonosari Kecamatan Ngaliyan.
Sesaat berada di dalam studio tato, korban dan Benny terlibat cekcok hingga terjadi perkelahian. Kemudian korban bersama rekannya lari keluar dan dikejar oleh Benny dan para pelaku lainnya. Dua orang lainnya masih buron, yakni Lihan alias Cenguk dan Iyan alias Gege.
“Tadi sempat ngobrol sama pelaku. Cekcoknya itu karena korban ingin ditato. Tapi tersangka Beni ini masih menato rekannya dari Solo yang sudah berada disitu. Korban pengennya cepet-cepet, akhirnya terjadi cekcok,” bebernya.
Di halaman studio ini, korban dikeroyok dan mendapat luka tusukan senjata tajam oleh pelaku Beni. Pelaku lainnya juga mengeroyok dengan senjata tajam. Sedangkan rekan korban yang berada di lokasi, tidak bisa berbuat apa-apa, hingga akhirnya lari menyelamatkan diri.
Meski telah mendapat luka tusukan, korban masih berusaha melarikan diri ke jalan raya. Namun masih dikejar oleh pelaku Beni dan dua orang rekannya, sempat terjadi pengeroyokan lagi. Akhirnya korban terkena pukulan benda keras di bagian kepala, saat berusaha lari ke arah minimarket. Akibat luka serius di bagian perut dan kepalanya, korban akhirnya terkapar di depan pintu minimarket.
“Penyidik sudah maksimal dalam melakukan proses reka adegan ulang. Ini untuk melengkapi pemberkasan P21 yang nantinya dilimpahkan ke kejaksaan,” katanya.
Empat pelaku yang menjalani proses rekonstruksi adalah Beni Ricky Dwiantoro alias Tomat, alias B, 25 dan Agung Nugroho alias Pendek, 36, warga Kelurahan Kecamatan Ngaliyan. Kemudian Khoirul Anan lias Anan, 23, dan Ginda Fero Setyawan alias Gundul, 21, warga Tambak Kelurahan Grogol Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo. Korban diperankan anggota Resmob Poltesrabes Semarang Bripka Ferry. (mha/ida/bas)