RADARSEMARANG.COM, Kajen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan mengalokasikan anggaran belanja tidak terduga dalam APBD 2021 sebesar Rp 5 miliar. Itu untuk antisipasi penanganan bencana alam/sosial yang sewaktu-waktu terjadinya.
Hal tersebut disampaikan Plt Bupati Pekalongan Arini Harimurti di hadapan DPRD saat rapat paripurna Rabu (18/11/2020). Itu merupakan jawaban Bupati Pekalongan atas pandangan umum dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN). “Kami alokasikan belanja tidak terduga dalam APBD 2021 sebesar Rp 5 miliar,” kata Arini.
Arini juga menyampaikan tanggapan berkaitan dengan kesejahteraan tenaga pendidik dan nonkependidikan. Ia mengatakan, berkenaan dengan itu Pemkab Pekalongan dari tahun ke tahun meningkatkan besaran tunjangan kesejahteraan. Juga mengikutsertakan mereka dalam pelatihan kualitas SDM.
“Berkaitan kenaikan upah tenaga kerja dan guru honorer telah kami pertimbangkan sesuai kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.
Tanggapannya atas pandangan umum Fraksi PKB terkait peningkatkan layanan kesehatan warga miskin, tahun 2021 telah dilakukan penambahan anggaran Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).
“Berkenaan insentif tenaga medis yang menangani pandemi covid-19, sudah dianggarkan di APBD dan APBN melalui Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tambahan tahun 2021,” imbuhnya.
Selain hal-hal itu, Arini juga menanggapi semua pandangan umum fraksi-fraksi. Di antaranya berkaitan dengan pengoptimalan pajak daerah melalui sistem online, pembangunan infrastruktur tahun 2021 yang akan diprioritaskan di wilayah atas Kabupaten Pekalongan, dan tentang vaksinasi Covid-19 yang telah diusulkan Pemkab ke pemerintah pusat sesuai kebutuhan. “Untuk jawaban yang bersifat teknis akan kami sampaikan dalam pembahasan lebih lanjut,” pungkasnya. (adv/nra/lis/bas)